Omega Speedmaster vs. Rolex Daytona: Duel Chronograph Legendaris

Dalam dunia horologi, dua nama besar dalam kategori chronograph yang selalu dibandingkan adalah Omega Speedmaster dan Rolex Daytona. Kedua jam tangan ini bukan hanya sekadar alat penunjuk waktu, tetapi juga memiliki sejarah yang kaya, performa luar biasa, serta status ikonik di kalangan kolektor dan penggemar jam tangan mewah. Namun, manakah yang lebih unggul? Mari kita bandingkan keduanya dari berbagai aspek.

1. Sejarah dan Warisan

Omega Speedmaster pertama kali diperkenalkan pada tahun 1957 dan menjadi terkenal setelah dipilih oleh NASA sebagai jam tangan resmi untuk misi luar angkasa. 

Model Speedmaster Professional Moonwatch menjadi legenda setelah dipakai dalam misi Apollo 11, yang mengantarkan manusia pertama ke bulan pada tahun 1969. Keunggulan teknisnya membuatnya menjadi pilihan utama dalam eksplorasi ruang angkasa.

Di sisi lain, Rolex Daytona diperkenalkan pada tahun 1963 sebagai jam tangan balap yang dirancang untuk para pembalap profesional. Nama “Daytona” diambil dari Daytona International Speedway, sirkuit balap terkenal di Amerika Serikat. 

Model ini semakin ikonik setelah digunakan oleh aktor dan pembalap legendaris Paul Newman, yang turut meningkatkan popularitasnya di kalangan kolektor.

2. Desain dan Estetika

Dalam hal desain, Omega Speedmaster mempertahankan tampilan klasiknya dengan dial yang bersih dan mudah dibaca. Bezel tachymeter yang khas serta subdial chronograph yang simetris memberikan kesan sporty sekaligus elegan. 

Model terbaru tetap mempertahankan DNA desainnya, namun dengan sentuhan modern seperti material ceramic dan kaca safir. Rolex Daytona, di sisi lain, memiliki desain yang lebih mewah dengan finishing yang lebih mengkilap dan beragam pilihan material, termasuk stainless steel, emas, dan platinum

Dial Daytona lebih ringkas dengan subdial yang lebih kecil dibandingkan Speedmaster, namun tetap mudah dibaca. Keunggulan lain dari Daytona adalah variasi warna yang menarik serta kilauan khas Rolex yang sangat diminati oleh penggemar jam tangan mewah.

3. Mesin dan Performa

Dari segi mesin, Omega Speedmaster hadir dengan beberapa pilihan movement, termasuk Caliber 3861, yang merupakan penerus dari Caliber 1861 yang legendaris. 

Mesin ini memiliki sertifikasi Master Chronometer dari METAS, yang menjamin keakuratan tinggi dan ketahanan terhadap medan magnet hingga 15.000 gauss.

Baca Juga: Rekomendasi Dress Watch Klasik 1920 yang Masih Dapat Dibeli Hari Ini

Sementara itu, Rolex Daytona menggunakan Caliber 4130, sebuah movement in-house yang sangat andal dengan cadangan daya hingga 72 jam. Mesin ini juga dilengkapi dengan hairspring Parachrom, yang memberikan ketahanan lebih baik terhadap guncangan dan perubahan suhu.

Dalam hal performa dan keandalan, kedua movement ini sama-sama unggul, namun Daytona memiliki keunggulan dalam cadangan daya yang lebih lama dibandingkan Speedmaster.

4. Ketahanan dan Fitur Tambahan

Dari segi ketahanan, Speedmaster telah terbukti mampu bertahan di kondisi ekstrem, termasuk di luar angkasa. Konstruksinya yang kokoh, dengan kaca hesalite atau safir serta material stainless steel, membuatnya tahan lama dalam berbagai situasi.

Sementara itu, Rolex Daytona memiliki tingkat ketahanan air yang lebih baik dibandingkan Speedmaster. Daytona memiliki water resistance hingga 100 meter, sedangkan Speedmaster hanya sekitar 50 meter. Fitur ini menjadikan Daytona lebih fleksibel digunakan dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan air.

5. Harga dan Nilai Investasi

Dalam hal harga, Omega Speedmaster cenderung lebih terjangkau dibandingkan Rolex Daytona. Model dasar Speedmaster Moonwatch umumnya dibanderol sekitar Rp95 juta – Rp130 juta, sementara Rolex Daytona berbahan stainless steel sering kali dijual dengan harga di atas Rp220 juta di pasar resmi. 

Bahkan, karena permintaan yang tinggi, Daytona sering kali mengalami kelangkaan, yang menyebabkan harga second-hand bisa jauh lebih mahal dibandingkan harga retail.

Dari sisi investasi, Rolex Daytona memiliki nilai yang cenderung meningkat seiring waktu karena eksklusivitas dan permintaan pasar yang tinggi. Sebaliknya, meskipun Omega Speedmaster juga memiliki daya tarik koleksi, nilainya tidak seagresif Daytona dalam hal peningkatan harga di pasar sekunder.

Baca Juga: Mengapa Kolektor Lebih Memilih Jam Tangan Sub-Dial Retro Daripada Digital?

Bagi pecinta horologi, perdebatan antara Omega Speedmaster dan Rolex Daytona selalu menarik untuk dibahas, dua chronograph legendaris dengan sejarah panjang di dunia otomotif dan luar angkasa. Baik Speedmaster yang menemani misi Apollo ke bulan maupun Daytona yang identik dengan kecepatan di lintasan balap, keduanya memiliki nilai investasi yang terus meningkat seiring waktu. Jika Anda memiliki salah satu dari jam tangan ikonik ini dan membutuhkan dana cepat tanpa harus menjualnya, deGadai siap membantu dengan layanan gadai aman dan terpercaya. Dapatkan pinjaman instan dengan proses mudah, khusus untuk jam tangan mewah Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan gadai?
Scan the code