Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Harga Jam Tangan Sub-Dial Retro

Salah satu jenis jam yang banyak diminati adalah jam tangan dengan desain sub-dial retro. Sub-dial adalah tampilan kecil dalam dial utama yang biasanya digunakan untuk fungsi tambahan seperti chronograph, detik berjalan, atau zona waktu kedua. 

Model jam tangan ini memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar desain klasik. Namun, harga jam tangan sub-dial retro bisa sangat bervariasi, tergantung pada beberapa faktor utama. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jam tangan sub-dial retro.

1. Merek dan Reputasi Brand

Merek merupakan faktor utama yang sangat mempengaruhi harga sebuah jam tangan. Brand dengan reputasi tinggi seperti Rolex, Omega, dan Patek Philippe umumnya memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan merek yang kurang dikenal. 

Hal ini disebabkan oleh sejarah panjang, kualitas tinggi, serta status eksklusif yang melekat pada merek-merek tersebut. Sebaliknya, jam tangan dari merek yang kurang populer atau baru berkembang biasanya memiliki harga yang lebih terjangkau, meskipun desainnya mirip.

2. Material yang Digunakan

Material yang digunakan dalam pembuatan jam tangan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga. Jam tangan sub-dial retro yang dibuat dari emas murni, platinum, atau titanium tentu memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan yang terbuat dari stainless steel atau kuningan. 

Selain itu, jenis kaca yang digunakan pada dial juga mempengaruhi harga. Kaca safir, yang tahan gores dan lebih awet, cenderung lebih mahal dibandingkan kaca mineral atau akrilik.

3. Mesin (Movement) Jam

Movement atau mesin penggerak jam tangan merupakan faktor utama dalam menentukan nilai sebuah jam. Terdapat tiga jenis movement utama yang biasa digunakan:

  • Quartz – Menggunakan baterai dan cenderung lebih murah karena lebih mudah diproduksi.
  • Automatic (Mekanis Otomatis) – Menggunakan rotor untuk mengisi daya secara otomatis saat dikenakan, biasanya lebih mahal karena kompleksitas mekanismenya.
  • Manual (Mekanis Manual) – Mengharuskan pemilik untuk memutar crown secara berkala, biasanya lebih dihargai dalam dunia kolektor karena aspek tradisionalnya.

Jam tangan sub-dial retro dengan movement mekanis cenderung lebih mahal dibandingkan quartz karena kerumitan dan seni pembuatan mesinnya.

4. Tingkat Kelangkaan dan Kolektibilitas

Jam tangan edisi terbatas atau vintage memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan model produksi massal. Jika suatu model jam tangan diproduksi dalam jumlah terbatas atau berasal dari era tertentu yang kini sulit ditemukan, harganya akan cenderung meningkat seiring waktu. 

Kolektor sering berburu jam tangan sub-dial retro yang memiliki sejarah unik, misalnya yang pernah dipakai oleh tokoh terkenal atau memiliki hubungan dengan peristiwa bersejarah.

Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Menyimpan Jam Tangan Kulit yang Bikin Berjamur

5. Kondisi Jam Tangan

Kondisi fisik jam tangan sangat berpengaruh terhadap harga jualnya. Jam tangan yang masih dalam kondisi prima, lengkap dengan kotak asli dan surat-surat keaslian, memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan jam yang sudah mengalami banyak perbaikan atau modifikasi. 

Goresan pada casing, perubahan warna dial, atau kerusakan pada movement dapat menurunkan nilai jual jam tersebut.

6. Kompleksitas Fitur Tambahan

Jam tangan sub-dial retro dengan fitur tambahan seperti chronograph, kalender, fase bulan, atau zona waktu kedua cenderung lebih mahal dibandingkan model sederhana. 

Setiap fitur tambahan memerlukan teknologi dan keahlian yang lebih tinggi dalam proses pembuatannya, yang tentunya meningkatkan harga jual jam tersebut.

7. Popularitas dan Tren Pasar

Tren di dunia horologi juga memiliki pengaruh besar terhadap harga jam tangan sub-dial retro. Model yang sedang naik daun di kalangan kolektor atau fashion enthusiast akan mengalami kenaikan harga, terutama jika dipromosikan oleh influencer atau selebriti. 

Sebaliknya, model yang kurang populer atau tidak lagi diminati bisa mengalami penurunan harga meskipun memiliki spesifikasi yang baik.

8. Negara Asal Produksi

Negara tempat jam tangan diproduksi juga berpengaruh pada harga jualnya. Jam tangan Swiss terkenal karena standar kualitas yang tinggi dan craftsmanship yang mendetail, sehingga biasanya lebih mahal dibandingkan jam tangan buatan negara lain. 

Sementara itu, jam tangan yang diproduksi di Jepang seperti Seiko menawarkan kualitas yang baik dengan harga yang lebih terjangkau.

9. Pasar dan Distribusi

Sistem distribusi dan strategi pemasaran juga mempengaruhi harga jam tangan, produk yang dijual secara eksklusif melalui butik resmi atau hanya tersedia di negara tertentu cenderung lebih mahal. Sebaliknya, jam tangan yang tersedia secara luas melalui berbagai retailer biasanya memiliki harga yang lebih kompetitif.

Baca Juga: “Mengenal Grade Titanium dalam Jam Tangan: Apa Bedanya?”

Jam tangan sub-dial retro memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor dan pecinta horologi, terutama karena desain klasiknya yang unik dan nilai sejarah yang melekat. Faktor seperti material, mekanisme, kelangkaan, serta kondisi jam sangat mempengaruhi harganya di pasar. Jika Anda memiliki jam tangan sub-dial retro dan ingin memanfaatkannya tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai eksklusif dengan proses aman dan transparan. Segera kunjungi deGadai dan dapatkan pinjaman dengan jaminan jam tangan berharga Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan gadai?
Scan the code