Dalam dunia horologi, tren selalu berkembang, tetapi satu hal yang tetap konstan adalah daya tarik jam tangan klasik dengan sub-dial retro. Meskipun jam tangan digital menawarkan fitur canggih seperti GPS, konektivitas smartphone, dan berbagai sensor kesehatan, kolektor tetap lebih memilih jam tangan dengan desain sub-dial retro.
Apa yang membuat jam tangan ini lebih istimewa dibandingkan jam tangan digital? Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kolektor lebih memilih jam tangan sub-dial retro daripada jam tangan digital.
1. Keindahan Desain Klasik dan Elegan
Jam tangan dengan sub-dial retro memiliki desain yang klasik dan estetika yang abadi. Sub-dial, yang sering kali digunakan sebagai penunjuk detik, menit, atau kronograf, memberikan tampilan yang lebih kompleks dan berkelas.
Kolektor sering kali menghargai desain ini karena memberikan sentuhan keanggunan yang tidak dapat ditemukan pada jam tangan digital. Jam tangan seperti Patek Philippe, Omega Speedmaster, dan Rolex Daytona adalah contoh model dengan sub-dial yang tetap dicari oleh kolektor dari berbagai generasi.
Desainnya yang menampilkan detail mekanik, angka yang artistik, serta penggunaan material premium seperti stainless steel dan emas, memberikan kesan mewah yang tidak bisa ditandingi oleh layar digital.
2. Nilai Investasi yang Lebih Baik
Salah satu alasan utama mengapa kolektor lebih menyukai jam tangan sub-dial retro adalah karena nilai investasinya yang lebih tinggi dibandingkan jam tangan digital.
Jam tangan mekanis atau otomatis dengan desain klasik sering kali mengalami kenaikan harga seiring waktu. Banyak jam tangan digital kehilangan nilainya begitu teknologi baru muncul, tetapi jam tangan dengan sub-dial retro tetap dihargai karena craftsmanship dan sejarahnya.
Sebagai contoh, Rolex Paul Newman Daytona yang memiliki sub-dial khasnya, pada awalnya hanya dihargai beberapa ribu dolar, tetapi kini bisa bernilai jutaan dolar di pelelangan. Kolektor memahami bahwa jam tangan mekanis klasik tidak hanya sebagai aksesori, tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang.
3. Keunggulan Mekanisme Jam Mekanis
Jam tangan dengan sub-dial retro sering kali menggunakan mesin mekanis atau otomatis, yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan dengan jam tangan digital.
Movement Mekanis
Jam tangan dengan sub-dial biasanya menggunakan movement mekanis seperti manual-wind atau automatic movement. Proses pergerakan jarum dalam mekanisme ini lebih rumit dan menarik bagi kolektor.
Baca Juga: Apa yang Membuat Jam Tangan Klasik Swiss Lebih Unggul dari yang Lain?
Ketahanan Jangka Panjang
Jam mekanis berkualitas tinggi dapat bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun dengan perawatan yang baik. Sementara itu, jam tangan digital biasanya memiliki umur pakai terbatas dan sering kali perlu diganti ketika teknologinya sudah ketinggalan zaman.
Bagi kolektor sejati, ada kepuasan tersendiri dalam memiliki dan merawat jam mekanis yang dibuat dengan teknik tinggi oleh pembuat jam terbaik di dunia.
4. Nilai Sejarah dan Sentimental
Jam tangan dengan sub-dial retro sering kali memiliki cerita di baliknya, yang menambah daya tarik bagi para kolektor. Misalnya, jam tangan yang pernah dipakai oleh tokoh terkenal atau yang digunakan dalam misi bersejarah seperti Omega Speedmaster yang menemani astronot dalam pendaratan di bulan, hal ini menambah nilai sentimental yang sulit ditemukan pada jam tangan digital.
Jam tangan mekanis klasik juga sering diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya bagian dari sejarah keluarga. Kolektor tidak hanya membeli sebuah benda, tetapi juga bagian dari sejarah dan tradisi yang telah bertahan selama berabad-abad.
5. Eksklusivitas dan Kelangkaan
Jam tangan dengan sub-dial retro sering kali diproduksi dalam jumlah terbatas, menjadikannya barang koleksi yang eksklusif. Berbeda dengan jam tangan digital yang diproduksi secara massal, banyak jam tangan mekanis hanya dibuat dalam edisi terbatas.
Ini membuatnya lebih eksklusif dan meningkatkan daya tarik bagi kolektor yang mencari sesuatu yang unik. Merek-merek seperti Audemars Piguet dan Patek Philippe terkenal dengan edisi terbatas mereka yang sangat dicari di pasar lelang.
Memiliki jam tangan yang langka memberikan kepuasan tersendiri bagi para kolektor, karena mereka tahu bahwa tidak semua orang bisa memiliki model yang sama.
6. Ketahanan Baterai Tidak Menjadi Masalah
Jam tangan digital sering kali bergantung pada daya baterai atau perlu diisi ulang secara berkala, hal ini bisa menjadi kelemahan bagi orang yang menginginkan jam tangan yang bisa dipakai dalam jangka panjang tanpa perlu khawatir kehabisan daya.
Jam tangan mekanis dengan sub-dial retro, terutama yang menggunakan automatic movement, dapat berfungsi tanpa baterai. Mereka hanya perlu dikalibrasi secara berkala untuk memastikan akurasi, hal ini menjadikannya pilihan yang lebih praktis bagi kolektor yang tidak ingin repot mengganti baterai atau mengisi ulang daya.
Baca Juga: Jam Tangan Klasik dengan Dial Enamel yang Wajib Dimiliki Kolektor
Banyak dari para kolektor lebih memilih jam tangan sub-dial retro yang menawarkan estetika klasik dan mekanisme yang berkarakter dibandingkan model digital yang serba modern. Keunikan dan nilai investasi dari jam tangan klasik ini menjadikannya aset berharga yang bisa dimanfaatkan tanpa harus dijual. Di deGadai, kami menawarkan layanan gadai eksklusif untuk jam tangan mewah Anda dengan proses cepat, aman, dan transparan. Maksimalkan nilai koleksi Anda hari ini dengan gadai di deGadai!