Memilih jam tangan mewah bukan hanya soal merek dan desain, tetapi juga mekanisme di dalamnya. Dua jenis mesin yang paling umum digunakan adalah quartz dan otomatis (automatic).
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga penting untuk memahami perbedaannya sebelum membeli. Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara jam quartz dan otomatis, termasuk cara kerja, akurasi, perawatan, serta keunggulan dan kekurangannya.
1. Cara Kerja Jam Quartz vs Otomatis
Jam Quartz
Jam quartz menggunakan baterai sebagai sumber tenaga. Baterai ini mengirimkan arus listrik ke kristal quartz, yang kemudian bergetar dengan frekuensi tetap (biasanya 32.768 kali per detik). Getaran ini diubah menjadi sinyal elektronik yang menggerakkan jarum jam dengan presisi tinggi.
Ciri khas jam quartz:
- Menggunakan baterai sebagai sumber tenaga.
- Jarum detik bergerak meloncat tiap detik (tick-tock).
- Lebih ringan dan umumnya lebih tipis dibanding jam otomatis.
Jam Otomatis
Jam otomatis menggunakan sistem mekanik tanpa baterai. Energinya berasal dari gerakan pergelangan tangan pemakainya, yang menggerakkan rotor di dalam mesin jam. Rotor ini memutar pegas utama yang menyimpan energi, yang kemudian dilepaskan secara bertahap untuk menggerakkan jarum jam.
Ciri khas jam otomatis:
- Mengandalkan gerakan tangan atau harus diputar manual jika tidak dipakai dalam waktu lama.
- Jarum detik bergerak halus dan kontinu (sweeping).
- Cenderung lebih berat dan tebal karena memiliki lebih banyak komponen mekanik.
2. Akurasi dan Kinerja
Akurasi Jam Quartz
Jam quartz dikenal dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, biasanya hanya meleset sekitar ±10 hingga 20 detik per bulan. Hal ini karena kristal quartz bergetar dengan sangat stabil, membuat jam ini lebih andal dalam menjaga ketepatan waktu.
Akurasi Jam Otomatis
Jam otomatis memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah dibanding quartz. Rata-rata jam otomatis dapat meleset ±5 hingga 30 detik per hari, tergantung dari kualitas mesin dan kalibrasi pabrik. Faktor lingkungan seperti suhu dan gaya gravitasi juga dapat memengaruhi presisi jam otomatis.
Baca Juga: Panduan Membersihkan Noda pada Tali Jam Tangan Kulit
3. Perawatan dan Umur Pakai
Perawatan Jam Quartz
Jam quartz memerlukan perawatan yang sangat minimal. Anda hanya perlu mengganti baterainya setiap 2–5 tahun, tergantung jenis dan kualitasnya. Selain itu, tidak ada banyak komponen yang bisa aus, sehingga daya tahannya lebih lama.
Perawatan Jam Otomatis
Jam otomatis lebih kompleks dan memerlukan servis rutin setiap 3–5 tahun untuk memastikan mekanisme internalnya tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, jika tidak dipakai dalam waktu lama, jam otomatis harus disimpan dalam watch winder atau diputar manual agar tetap berfungsi dengan baik.
4. Keunggulan dan Kekurangan
Keunggulan Jam Quartz
✅ Akurasi lebih tinggi dibanding jam otomatis.
✅ Lebih ringan dan tipis, nyaman dipakai sehari-hari.
✅ Harga lebih terjangkau dibanding jam otomatis.
✅ Perawatan mudah, hanya perlu ganti baterai.
🚫 Kurang memiliki nilai koleksi atau investasi tinggi.
🚫 Jarum detik bergerak loncat, kurang menarik bagi kolektor jam mewah.
Keunggulan Jam Otomatis
✅ Mempunyai nilai seni tinggi karena mekanisme kompleksnya.
✅ Jarum detik bergerak halus, lebih estetis.
✅ Tidak perlu mengganti baterai, lebih ramah lingkungan.
✅ Banyak digunakan pada jam tangan mewah, memiliki nilai investasi lebih tinggi.
🚫 Akurasi lebih rendah dibanding jam quartz.
🚫 Lebih tebal dan berat karena banyaknya komponen mekanik.
🚫 Memerlukan perawatan rutin dan servis berkala.
Baca Juga: 5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Jam Tangan di Pasar Kolektor
Jam quartz dikenal dengan kepraktisannya, sementara jam otomatis menawarkan nilai seni dan presisi mekanis yang dihargai kolektor. Jika Anda sudah memiliki salah satu dari keduanya dan membutuhkan dana cepat, jam tangan mewah Anda bisa dijadikan jaminan di deGadai dengan proses yang aman dan terpercaya. Dapatkan penawaran terbaik dan cairkan dana tanpa perlu menjual koleksi berharga Anda. Ajukan gadai sekarang di deGadai!