Era Art Deco, yang berkembang pesat pada tahun 1920-an hingga 1930-an, memberikan pengaruh besar pada dunia desain, termasuk dalam industri jam tangan. Gaya ini dikenal dengan karakteristiknya yang mengutamakan bentuk geometris, garis tegas, simetri, serta penggunaan material dan teknik inovatif.
Salah satu aspek desain jam tangan yang paling terpengaruh oleh Art Deco adalah dress watch, yaitu jam tangan formal yang dirancang dengan elegan dan minimalis untuk dipadukan dengan pakaian resmi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana era Art Deco memengaruhi desain dress watch pada tahun 1920, termasuk bentuk casing, tampilan dial, material, serta brand-brand yang menjadi pelopor dalam tren ini.
1. Art Deco dan Perubahan dalam Desain Dress Watch
Sebelum era Art Deco, jam tangan cenderung memiliki desain yang klasik dan sering kali berbentuk bulat dengan ornamen yang rumit. Namun, dengan munculnya pengaruh Art Deco, terjadi pergeseran besar dalam desain dress watch yang berfokus pada kesederhanaan geometris dan elemen futuristik.
a. Bentuk Geometris yang Kuat
Art Deco terkenal dengan kecenderungan terhadap bentuk kotak, persegi panjang, serta siluet simetris. Hal ini tercermin dalam desain dress watch pada tahun 1920, di mana banyak jam tangan mulai mengadopsi casing berbentuk persegi panjang atau tonneau (oval membulat) dibandingkan bentuk bulat tradisional.
Desain ini memberikan kesan modern dan stylish, sejalan dengan gaya berpakaian formal yang berkembang pada masa itu. Salah satu contoh paling ikonik dari pengaruh ini adalah Cartier Tank, yang diperkenalkan pada tahun 1917 tetapi semakin populer di tahun 1920-an.
Desainnya yang terinspirasi dari bentuk tank Perang Dunia I memiliki siluet tegas dengan garis lurus dan sisi paralel, menjadikannya contoh utama dari estetika Art Deco dalam dunia jam tangan.
b. Dial yang Simpel, Elegan, dan Berani
Ciri khas lain dari era ini adalah penggunaan angka Arab atau angka Romawi yang besar, indeks berbentuk batang, serta motif sunburst atau guilloché. Warna dial sering kali dibuat kontras, seperti putih, perak, atau hitam dengan jarum dan angka berwarna emas atau biru.
Selain itu, beberapa dress watch juga menggunakan dekorasi geometris pada dial, seperti pola simetris atau desain segitiga yang memberikan kesan mewah namun tetap modern.
Jaeger-LeCoultre Reverso, yang diluncurkan pada tahun 1931 tetapi sangat dipengaruhi oleh tren Art Deco 1920-an, menampilkan casing persegi panjang yang dapat dibalik dengan pola garis-garis yang khas.
Baca Juga: Mengenali Ciri-Ciri Pergerakan Mesin pada Jam Tangan Mewah Asli
2. Material Mewah dan Inovatif
Era Art Deco juga membawa perubahan dalam penggunaan material pada dress watch. Sebelumnya, jam tangan lebih sering menggunakan emas kuning, tetapi dalam era ini, terdapat eksplorasi lebih lanjut terhadap berbagai bahan, seperti:
- Platina dan Emas Putih: Banyak dress watch mulai dibuat dengan platina atau emas putih karena memberikan tampilan lebih modern dan elegan dibandingkan emas kuning yang lebih tradisional.
- Enamel dan Lacquered Dial: Dial jam sering kali dilapisi enamel atau menggunakan teknik lacquer untuk memberikan efek glossy dan lebih tahan lama.
- Batu Permata: Beberapa dress watch mewah menampilkan hiasan berlian atau batu permata pada casing atau indeks angka sebagai sentuhan glamor yang selaras dengan era kemewahan Art Deco.
3. Brand-Brand Ikonik dengan Desain Art Deco
Banyak merek jam tangan mewah yang mengambil inspirasi dari gaya Art Deco dalam desain dress watch mereka. Beberapa yang paling berpengaruh antara lain:
a. Cartier
Cartier menjadi salah satu pelopor utama dalam desain jam tangan Art Deco. Model Cartier Tank yang legendaris memiliki siluet khas dengan bezel tegas dan dial minimalis, menjadikannya dress watch yang elegan dan sangat sesuai dengan estetika tahun 1920-an.
b. Jaeger-LeCoultre
Jaeger-LeCoultre memperkenalkan Reverso sebagai jam tangan yang dapat dibalik, dirancang khusus untuk pemain polo tetapi menjadi ikon dress watch dengan desain Art Deco yang khas.
c. Patek Philippe
Patek Philippe juga mulai mengadopsi elemen Art Deco dalam beberapa dress watch mereka pada periode ini, dengan desain persegi panjang yang minimalis tetapi tetap mewah.
4. Pengaruh Art Deco terhadap Dress Watch di Masa Kini
Warisan Art Deco dalam desain dress watch tetap bertahan hingga saat ini. Banyak merek jam tangan masih mengambil inspirasi dari bentuk dan elemen desain yang lahir pada era ini.
Dress watch modern seperti Cartier Tank dan Patek Philippe Gondolo masih mempertahankan garis-garis tegas dan bentuk geometris yang menjadi ciri khas Art Deco.
Bahkan, beberapa merek independen juga mengadopsi kembali desain khas tahun 1920-an dalam koleksi dress watch mereka, menggabungkan teknologi modern dengan estetika klasik yang abadi.
Baca Juga: Tips Memilih Jam Tangan Mewah yang Dijamin Asli dan Berkualitas
Era Art Deco pada 1920-an menghadirkan revolusi dalam desain dress watch, menggabungkan keanggunan geometris dengan material mewah seperti emas putih dan berlian. Gaya khas ini tidak hanya menjadi simbol status pada masanya, tetapi juga tetap diminati oleh kolektor dan pecinta jam tangan klasik hingga kini. Jika Anda memiliki dress watch bernilai sejarah dan ingin memanfaatkannya tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan layanan gadai eksklusif dengan proses aman dan transparan. Segera kunjungi deGadai dan jadikan koleksi jam tangan klasik Anda sebagai aset yang tetap bernilai!