Dalam dunia horologi, dress watch adalah kategori jam tangan yang mengedepankan estetika elegan dan kesederhanaan. Dress watch era 1920-an menjadi salah satu tonggak sejarah yang sangat berpengaruh terhadap desain jam tangan modern. Lantas, bagaimana pengaruh desain jam tangan dari era tersebut terhadap model saat ini? Mari kita telusuri lebih dalam.
Era 1920: Lahirnya Keanggunan dalam Horologi
Tahun 1920-an adalah masa ketika jam tangan mulai menggantikan popularitas jam saku, terutama di kalangan pria. Pada masa ini, desain dress watch mulai berkembang dengan ciri khas utama seperti:
Casing tipis dan elegan
Berbeda dengan jam tangan militer yang cenderung tebal dan kokoh, dress watch memiliki profil lebih ramping untuk menyesuaikan dengan pakaian formal.
Dial minimalis
Dress watch dari era ini sering kali menampilkan angka Romawi atau indeks batang dengan desain yang sederhana dan mudah dibaca.
Baca Juga: Trik Membersihkan Jam Tangan Otomatis Tanpa Merusak Lapisan Pelindungnya
Bahan premium
Banyak dress watch dari tahun 1920-an dibuat dengan bahan emas kuning atau putih, memberikan kesan mewah.
Tali kulit klasik
Kebanyakan dress watch pada masa itu menggunakan tali kulit berkualitas tinggi, sering kali dalam warna hitam atau coklat untuk kesan yang lebih formal.
Beberapa merek jam tangan yang mendominasi era ini adalah Patek Philippe dan Cartier. Salah satu model ikonik dari era ini adalah Cartier Tank, yang diperkenalkan pada 1917 dan semakin populer di tahun 1920-an dengan desain persegi panjangnya yang unik.
Transformasi Dress Watch ke Era Modern
Seiring berjalannya waktu, konsep dress watch terus berkembang. Desain dari tahun 1920-an memberikan banyak pengaruh terhadap jam tangan modern, baik dalam bentuk yang lebih klasik maupun reinterpretasi dengan sentuhan kontemporer. Berikut beberapa aspek utama yang tetap bertahan hingga kini:
1. Desain Minimalis dan Elegan
Jam tangan modern seperti Jaeger-LeCoultre Master Ultra Thin atau Audemars Piguet Jules Audemars masih mengadopsi desain tipis dengan tampilan sederhana. Elemen dial bersih, dengan indeks tipis atau angka Romawi, tetap menjadi ciri khas dress watch modern.
2. Ukuran yang Proporsional
Pada 1920-an, dress watch memiliki diameter kecil, sekitar 30-35 mm, yang sesuai dengan tren saat itu. Sementara jam tangan modern umumnya berukuran lebih besar (38-42 mm), namun tetap mempertahankan proporsi ramping agar nyaman dipakai di bawah manset kemeja.
3. Material Berkualitas Tinggi
Banyak jam tangan modern masih menggunakan bahan premium seperti emas, platinum, atau stainless steel berkualitas tinggi. Patek Philippe misalnya, masih memproduksi dress watch dengan material mulia seperti yang dilakukan sejak 1920-an.
4. Komplikasi Sederhana dan Fungsional
Dress watch umumnya tidak memiliki banyak komplikasi seperti chronograph atau GMT. Sebagai gantinya, model modern sering menampilkan fitur-fitur klasik seperti small seconds, moon phase, atau power reserve indicator untuk tetap menjaga tampilan yang bersih dan elegan.
5. Penggunaan Strap Kulit
Walaupun beberapa dress watch modern kini hadir dengan bracelet metal, sebagian besar masih mempertahankan tali kulit sebagai pilihan utama. Tali kulit memberikan sentuhan klasik yang selalu relevan, mencerminkan gaya dari jam tangan tahun 1920-an.
Baca Juga: 5 Jam Tangan Titanium Paling Stylish di Tahun Ini
Gaya elegan dress watch tahun 1920 telah menjadi fondasi desain jam tangan modern, menginspirasi banyak brand untuk menciptakan model dengan sentuhan klasik dan kemewahan abadi. Tak heran jika jam tangan dengan desain vintage tetap memiliki nilai tinggi, baik sebagai aksesori maupun investasi. Jika Anda memiliki dress watch klasik dan ingin memanfaatkan nilainya tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai aman dan fleksibel dengan proses cepat serta transparan. Segera kunjungi deGadai dan jadikan jam tangan klasik Anda sebagai aset finansial yang menguntungkan!