Open post

Jam Tangan Klasik dengan Dial Enamel yang Wajib Dimiliki Kolektor

Jam tangan klasik bukan hanya sekadar alat penunjuk waktu, tetapi juga merupakan karya seni yang mencerminkan keahlian tinggi dalam horologi. Salah satu elemen yang membuat jam tangan klasik semakin bernilai adalah penggunaan dial enamel

Dial enamel dikenal dengan tampilannya yang mengilap, daya tahan tinggi, serta proses pembuatannya yang rumit dan penuh ketelitian. Tidak heran, kolektor jam tangan selalu mencari model dengan dial enamel karena keindahannya yang abadi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu dial enamel, mengapa jam tangan klasik dengan dial ini begitu diminati, serta beberapa model yang wajib dimiliki oleh kolektor.

Apa Itu Dial Enamel?

Dial enamel dibuat menggunakan teknik tradisional yang telah digunakan sejak berabad-abad lalu, prosesnya melibatkan pemanasan campuran kaca dan mineral pada suhu tinggi hingga membentuk lapisan halus di atas logam dasar. 

Proses ini membutuhkan keahlian luar biasa karena sedikit kesalahan dalam suhu atau aplikasi bisa menyebabkan retak atau perubahan warna pada enamel. Ada beberapa jenis enamel yang digunakan dalam jam tangan klasik, di antaranya:

  1. Grand Feu Enamel – Teknik ini menggunakan beberapa lapisan enamel yang dibakar berulang kali pada suhu tinggi untuk menghasilkan warna yang dalam dan tahan lama.
  2. Cloisonné Enamel – Teknik ini menggunakan kawat tipis untuk membentuk pola atau gambar sebelum diisi dengan enamel berwarna.
  3. Champlevé Enamel – Bagian logam dial diukir terlebih dahulu, kemudian diisi dengan enamel sebelum dipoles hingga halus.

Karena kompleksitas pembuatannya, dial enamel sering ditemukan pada jam tangan mewah dan edisi terbatas.

Baca Juga: Koleksi Jam Tangan Mewah Paling Hits di Kalangan Selebriti

Mengapa Kolektor Menyukai Jam Tangan dengan Dial Enamel?

1. Keindahan yang Abadi

Dial enamel memiliki tampilan yang mengilap dengan warna yang tidak akan pudar seiring waktu. Tidak seperti dial yang menggunakan cat atau bahan lain yang bisa memudar, enamel tetap mempertahankan kejernihannya selama puluhan bahkan ratusan tahun.

2. Proses Pembuatan yang Rumit dan Eksklusif

Tidak semua merek mampu memproduksi dial enamel karena membutuhkan teknik khusus. Setiap dial harus diproses secara manual oleh pengrajin berpengalaman, menjadikannya sangat eksklusif.

3. Nilai Investasi Tinggi

Jam tangan dengan dial enamel biasanya diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga nilai jualnya cenderung meningkat seiring waktu. Kolektor sering menjadikannya sebagai aset investasi yang memiliki nilai estetika dan finansial.

Jam Tangan Klasik dengan Dial Enamel yang Wajib Dimiliki Kolektor

Berikut beberapa jam tangan dengan dial enamel yang menjadi incaran para kolektor:

1. Patek Philippe Grand Complications Ref. 5131

Patek Philippe dikenal sebagai salah satu pembuat jam tangan terbaik di dunia, dan koleksi Grand Complications dengan dial Cloisonné Enamel merupakan salah satu masterpiece mereka. Model ini menampilkan peta dunia yang dibuat dengan enamel berwarna, menghasilkan tampilan yang sangat artistik dan detail.

2. A. Lange & Söhne 1815 Rattrapante Perpetual Calendar Handwerkskunst

A. Lange & Söhne dikenal dengan keunggulan craftsmanship mereka, dan model 1815 Rattrapante Perpetual Calendar Handwerkskunst menampilkan dial enamel biru yang sangat eksklusif. 

Selain keindahan estetikanya, jam ini juga memiliki komplikasi rattrapante chronograph dan kalender perpetual, menjadikannya incaran kolektor sejati.

3. Cartier Rotonde de Cartier Grande Complication

Cartier, yang dikenal dengan desain elegannya, menghadirkan Rotonde de Cartier Grande Complication dengan dial enamel Grand Feu. Model ini menampilkan keanggunan khas Cartier dengan kombinasi komplikasi tourbillon, minute repeater, dan perpetual calendar, menjadikannya salah satu jam tangan klasik enamel paling prestisius di dunia horologi.

4. Breguet Classique 7147

Breguet adalah salah satu pionir dalam horologi klasik, dan seri Classique mereka memiliki dial enamel putih yang dipadukan dengan angka Breguet-style numerals yang khas. Model ini adalah kombinasi sempurna antara heritage dan craftsmanship.

5. Blancpain Villeret Grand Feu Enamel

Blancpain dikenal dengan desain klasik dan teknik horologi yang luar biasa. Model Villeret Grand Feu Enamel menampilkan dial putih bersih yang dibuat menggunakan teknik Grand Feu Enamel, menciptakan permukaan yang mengilap dan tahan lama. Angka Romawi yang diaplikasikan dengan emas membuat jam ini semakin elegan dan bernilai koleksi tinggi.

Baca Juga: Jam Tangan dengan Serial Number Unik yang Hanya Dimiliki Beberapa Orang

Keindahan dial enamel yang dibuat dengan teknik rumit menjadikannya salah satu elemen paling dicari dalam dunia horologi, baik oleh pecinta jam tangan maupun investor. Namun, ketika Anda membutuhkan fleksibilitas keuangan tanpa harus melepaskan koleksi berharga, deGadai menawarkan solusi aman dan menguntungkan. Dengan layanan gadai eksklusif untuk jam tangan mewah, termasuk model klasik dengan dial enamel, Anda bisa mendapatkan pinjaman cepat tanpa harus menjual koleksi kesayangan. Ajukan gadai di deGadai sekarang!

Open post

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Membuat Satu Dial Enamel?

Jam tangan dengan dial enamel memiliki daya tarik tersendiri di dunia horologi. Teknik pembuatan dial ini telah digunakan selama berabad-abad dan dikenal karena keindahan serta daya tahannya. 

Namun, proses pembuatannya sangat rumit dan memerlukan keterampilan tingkat tinggi. Lalu, berapa lama waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk membuat satu dial enamel?

Apa Itu Enamel Dial?

Sebelum membahas waktu pembuatannya, penting untuk memahami apa itu enamel dial. Enamel adalah lapisan kaca cair yang dilebur pada suhu tinggi dan diaplikasikan pada permukaan logam, biasanya tembaga atau emas. Proses ini menciptakan tampilan yang berkilau, tahan lama, dan tidak mudah pudar.

Beberapa teknik enamel yang populer dalam pembuatan dial jam tangan meliputi:

  • Grand Feu (Api Besar) – Teknik paling rumit dan tahan lama yang melibatkan pemanasan berulang.
  • Cloisonné – Menggunakan sekat-sekat tipis dari kawat emas untuk membentuk pola sebelum diisi dengan enamel.
  • Champlevé – Memahat logam dasar sebelum mengisi ruang kosong dengan enamel.
  • Flinqué – Mengkombinasikan guilloché (ukiran pada logam) dengan lapisan enamel transparan.

Setiap teknik ini memerlukan tingkat keahlian yang tinggi dan waktu pengerjaan yang bervariasi.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Merawat dan Membersihkan Jam Tangan Otomatis

Tahapan Pembuatan Dial Enamel

Pembuatan satu dial enamel membutuhkan proses yang panjang, terdiri dari beberapa tahap berikut:

1. Persiapan Substrat Logam (1-2 Hari)

Langkah pertama dalam membuat dial enamel adalah menyiapkan substrat logam, biasanya dari tembaga atau emas. Logam ini harus dipotong dengan presisi tinggi, dipoles, dan dibersihkan untuk memastikan enamel dapat menempel dengan sempurna.

2. Pengaplikasian Enamel dan Pemanggangan (Beberapa Hari hingga Minggu)

Enamel berbentuk bubuk halus dicampur dengan air atau minyak, lalu diaplikasikan secara merata ke permukaan logam. Setelah itu, dial dipanaskan dalam oven bersuhu 800-900°C.

  • Setiap lapisan enamel harus dipanggang dan didinginkan sebelum lapisan berikutnya diaplikasikan.
  • Pada teknik Grand Feu, proses ini bisa diulang hingga 5-10 kali untuk mendapatkan warna yang sempurna.
  • Setiap kali dial dipanggang, ada risiko retak atau perubahan warna, sehingga banyak dial yang harus diulang dari awal.

Secara keseluruhan, tahap ini bisa memakan waktu 1-2 minggu, tergantung pada jumlah lapisan dan tingkat kesempurnaan yang diinginkan.

3. Pengukiran atau Lukisan (1-3 Hari, jika diperlukan)

Jika dial membutuhkan detail seperti angka, pola, atau motif tertentu, pengrajin akan melakukan pengukiran atau melukis dengan tangan menggunakan cat berbasis enamel. Setelah itu, dial harus melalui pemanggangan lagi agar desain dapat menyatu dengan enamel.

4. Finishing dan Inspeksi Kualitas (2-3 Hari)

Setelah semua lapisan enamel diterapkan, dial harus dipoles secara hati-hati untuk menghilangkan ketidaksempurnaan dan memberikan kilau khasnya.

  • Dial kemudian diperiksa dengan cermat untuk memastikan tidak ada cacat atau retakan.
  • Jika terdapat cacat, pengrajin harus mengulangi proses dari awal, yang semakin memperpanjang waktu pengerjaan.

Total Waktu Pembuatan Dial Enamel

Jika semua proses berjalan lancar tanpa kesalahan atau retakan, pembuatan satu dial enamel bisa memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Namun, dalam banyak kasus, pengrajin harus mengulang beberapa tahap karena tingginya tingkat kegagalan dalam teknik ini. Oleh karena itu, beberapa dial enamel dapat membutuhkan lebih dari satu bulan untuk diselesaikan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghindari Membeli Jam Tangan Mewah Palsu?

Membuat satu dial enamel bukanlah proses yang cepat, diperlukan ketelitian tinggi, teknik khusus, dan berhari-hari pengerjaan untuk menghasilkan permukaan yang sempurna. Setiap lapisan enamel harus dipanaskan berulang kali hingga mencapai warna dan tekstur yang diinginkan, menjadikannya salah satu bagian paling bernilai dalam sebuah jam tangan mewah. Sama halnya dengan dial enamel yang berharga, jam tangan Anda juga memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan saat membutuhkan dana cepat. Di deGadai, kami menerima gadai jam tangan mewah dengan proses aman, transparan, dan tanpa ribet. Butuh solusi keuangan tanpa harus menjual koleksi berharga Anda? Gadai sekarang di deGadai dan dapatkan pinjaman hingga ratusan juta!

Open post

Kelebihan dan Kekurangan Jam Tangan dengan Dial Enamel

Jam tangan dengan dial enamel adalah salah satu bentuk seni tertinggi dalam dunia horologi, dial enamel dikenal dengan keindahannya yang klasik, daya tahan luar biasa, dan proses pembuatannya yang rumit. 

Namun, meskipun menawarkan tampilan mewah dan eksklusif, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum memilih jam tangan dengan dial enamel. Artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan dari jam tangan jenis ini.

Kelebihan Jam Tangan dengan Dial Enamel

1. Keindahan yang Abadi

Salah satu alasan utama mengapa dial enamel sangat dihargai adalah keindahannya yang abadi, proses pembuatannya menggunakan teknik pemanasan dengan suhu tinggi untuk menciptakan warna yang mendalam dan berkilau. Tidak seperti dial yang menggunakan cat atau bahan sintetis, enamel tidak akan pudar seiring waktu.

2. Warna yang Tidak Memudar

Karena enamel dibuat dengan teknik pembakaran, warna yang dihasilkan sangat tahan lama dan tidak berubah meskipun terpapar sinar matahari, kelembapan, atau suhu ekstrem. 

Ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal bagi kolektor yang menginginkan jam tangan yang tetap indah selama bertahun-tahun.

3. Eksklusivitas dan Keahlian Tinggi dalam Pembuatannya

Dial enamel membutuhkan keterampilan tinggi dalam proses pembuatannya, sehingga hanya sedikit produsen jam tangan yang dapat mengerjakannya dengan baik. 

Merek-merek seperti Patek Philippe dan Jaeger-LeCoultre sering menggunakan enamel dalam koleksi eksklusif mereka. Karena prosesnya yang rumit dan memakan waktu, setiap dial enamel menjadi karya seni unik dengan nilai yang tinggi.

4. Ketahanan terhadap Goresan dan Karat

Berbeda dengan beberapa bahan dial lain yang rentan terhadap goresan, enamel memiliki sifat yang lebih keras dan tahan lama. Selain itu, enamel juga tahan terhadap karat, yang membuatnya lebih awet dibandingkan dial berbahan logam tertentu.

Baca Juga: Apa yang Membuat Jam Tangan Klasik Swiss Lebih Unggul dari yang Lain?

5. Nilai Koleksi yang Tinggi

Jam tangan dengan dial enamel sering kali dihargai lebih tinggi di pasar kolektor. Karena proses pembuatannya yang sulit dan keterbatasan jumlah produksi, jam tangan ini memiliki nilai investasi yang baik. Beberapa model bahkan meningkat nilainya seiring waktu.

Kekurangan Jam Tangan dengan Dial Enamel

1. Proses Pembuatan yang Rumit dan Mahal

Salah satu kekurangan utama dari jam tangan dengan dial enamel adalah biaya produksinya yang tinggi. Karena membutuhkan keterampilan khusus dan proses yang panjang, harga jam tangan dengan dial enamel biasanya lebih mahal dibandingkan jam tangan dengan dial biasa.

2. Rentan terhadap Benturan Keras

Meskipun enamel tahan terhadap goresan, ia memiliki kelemahan besar, yaitu rapuh terhadap benturan keras. Jika terkena guncangan yang kuat atau jatuh, enamel bisa retak atau pecah, yang membuat perbaikannya sangat sulit dan mahal.

3. Perawatan yang Tidak Mudah

Dial enamel tidak memerlukan perawatan rutin seperti dial berbahan lain, tetapi jika mengalami kerusakan, proses perbaikannya sangat kompleks dan bisa memakan biaya tinggi. 

Bahkan, dalam beberapa kasus, jika enamel mengalami retak besar, satu-satunya solusi adalah mengganti seluruh dial, yang bisa sulit dilakukan karena sifat eksklusifnya.

4. Pilihan Desain yang Terbatas

Karena teknik pembuatan enamel yang sangat spesifik, desain dial enamel cenderung lebih klasik dan tradisional. Bagi mereka yang lebih menyukai desain modern atau sporty, jam tangan dengan dial enamel mungkin bukan pilihan terbaik.

5. Tidak Banyak Produsen yang Menyediakan

Tidak semua merek jam tangan menawarkan opsi dial enamel karena keterbatasan dalam produksi dan keahlian yang diperlukan, hal ini membuat pilihan jam tangan dengan dial enamel lebih sedikit dibandingkan jenis dial lainnya

Baca Juga: Tips Ampuh Mencegah Jamur pada Jam Tangan Kulit Kesayangan Anda

Jam tangan dengan dial enamel memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor dan pecinta horologi. Keindahan kilauannya yang elegan serta ketahanannya terhadap perubahan warna membuatnya begitu istimewa, meskipun proses pembuatannya yang rumit menjadikannya lebih mahal dan rentan terhadap retakan. Bagi Anda yang memiliki jam tangan dengan dial enamel dan ingin memanfaatkannya sebagai aset likuid tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai aman dan terpercaya dengan proses cepat serta penilaian transparan. Nikmati pinjaman dengan bunga 0% hingga 100 juta dalam 30 hari, hanya di deGadai. Konsultasikan sekarang dan dapatkan penawaran terbaik untuk jam tangan Anda!

Open post

Tanda-Tanda Jam Tangan Klasik Swiss Perlu Servis

Jam tangan klasik Swiss terkenal dengan keindahan, keakuratan, dan daya tahannya. Merek-merek seperti Rolex, Patek Philippe, Omega, dan Audemars Piguet telah lama menjadi simbol kemewahan dan prestise. 

Namun, seperti halnya mesin presisi lainnya, jam tangan Swiss membutuhkan perawatan berkala agar tetap berfungsi dengan baik, banyak pemilik jam tangan klasik sering kali mengabaikan tanda-tanda awal bahwa arlojinya membutuhkan servis. 

Padahal, perawatan yang tertunda bisa berakibat pada kerusakan yang lebih serius dan biaya perbaikan yang lebih mahal. Berikut adalah beberapa tanda bahwa jam tangan klasik Swiss Anda sudah saatnya mendapatkan servis profesional.

1. Akurasi Waktu Mulai Menurun

Jam tangan Swiss dirancang untuk menjaga waktu dengan sangat akurat. Jika jam tangan Anda mulai telat atau maju beberapa menit dalam sehari, ini adalah tanda bahwa mekanismenya perlu diperiksa. 

Mesin jam yang kotor, pelumas yang mengering, atau keausan pada roda gigi bisa menjadi penyebabnya, servis berkala dapat memastikan semua komponen bekerja dengan sempurna.

2. Gerakan Jarum Tidak Halus atau Terasa Tersendat

Jam tangan otomatis atau mekanis Swiss memiliki gerakan jarum detik yang mulus. Jika Anda melihat jarum detik bergerak tersendat-sendat atau berhenti sesekali sebelum berjalan kembali, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam mekanisme internalnya.

3. Daya Simpan Tenaga Berkurang

Jika jam tangan otomatis Anda biasanya dapat bertahan selama 48 jam tanpa dipakai tetapi tiba-tiba berhenti lebih cepat, maka kemungkinan besar ada masalah pada mainspring atau rotor penggeraknya. Hal ini bisa disebabkan oleh pelumas yang mengering atau komponen yang aus.

4. Suara yang Tidak Biasa dari Mesin Jam

Sebagian besar jam tangan mekanis memiliki suara yang halus saat bekerja. Jika Anda mulai mendengar suara klik, dentingan, atau suara aneh lainnya saat menggoyangkan jam tangan, ini bisa menjadi tanda ada bagian dalam yang kendur atau aus. Servis profesional akan membantu mengidentifikasi dan memperbaiki masalah tersebut sebelum semakin parah.

5. Tombol atau Crown Sulit Diputar

Crown adalah bagian penting dari jam tangan, digunakan untuk mengatur waktu dan mengisi daya pada model manual. Jika Anda merasa crown sulit diputar atau terasa terlalu longgar, ada kemungkinan ada kotoran atau kerusakan pada mekanisme crown dan winding stem.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghindari Membeli Jam Tangan Mewah Palsu?

6. Kelembaban atau Embun dalam Kaca Jam

Jika Anda melihat embun atau uap air di dalam kaca jam tangan, itu adalah tanda serius bahwa segel jam telah rusak dan memungkinkan air masuk. 

Kelembaban bisa merusak mesin jam dan menyebabkan korosi pada bagian logamnya. Jangan tunda servis jika Anda melihat tanda ini, karena bisa berakibat fatal pada keawetan jam tangan Anda.

7. Strap atau Case Mulai Longgar

Meskipun strap atau case bukan bagian dari mekanisme jam, kondisi fisik jam tangan juga penting. Jika strap logam mulai terasa longgar atau case terlihat tergores parah, servis dan perawatan profesional dapat membantu mengembalikan tampilan dan kenyamanan jam tangan Anda.

8. Lama Tidak Diservis

Sebagian besar pabrikan jam tangan Swiss menyarankan servis berkala setiap 3-5 tahun, tergantung pada mereknya. Jika Anda tidak ingat kapan terakhir kali jam tangan Anda diservis, kemungkinan besar sudah saatnya untuk membawanya ke teknisi profesional guna memastikan kondisinya tetap prima.

Mengapa Servis Rutin Itu Penting?

Servis rutin bukan hanya untuk memperbaiki masalah yang muncul tetapi juga untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Teknisi jam profesional akan membersihkan, melumasi, dan mengganti komponen yang diperlukan agar jam tetap berfungsi dengan optimal. Selain itu, servis juga membantu menjaga nilai investasi jam tangan klasik Swiss Anda tetap tinggi.

Baca Juga: Kenapa Rolex Selalu Masuk Daftar Jam Tangan Mewah Paling Laris?

Memiliki jam tangan klasik Swiss adalah kebanggaan tersendiri, tetapi seiring waktu, performanya bisa menurun, detik yang melambat, power reserve yang berkurang, atau suara mesin yang tidak lagi halus bisa menjadi tanda bahwa jam tangan Anda perlu servis. Jika biaya perbaikan terasa berat atau Anda ingin mendapatkan dana cepat tanpa harus menjual koleksi berharga Anda, deGadai menawarkan solusi gadai jam tangan mewah dengan proses aman dan profesional. Jangan biarkan jam tangan Anda kehilangan nilainya, kunjungi deGadai sekarang dan dapatkan penawaran terbaik!

Open post

Rekomendasi Jam Tangan Klasik Swiss dengan Harga di Bawah 50 Juta

Jam tangan Swiss selalu menjadi pilihan utama bagi pecinta horologi yang mengutamakan presisi, desain elegan, dan kualitas tinggi. Meskipun banyak jam tangan Swiss memiliki harga yang sangat mahal, masih ada beberapa model dengan harga di bawah 50 juta rupiah yang tetap menawarkan keindahan klasik serta performa luar biasa. Berikut adalah rekomendasi jam tangan klasik Swiss terbaik dalam kategori ini.

1. Longines Master Collection Automatic

Harga: Mulai dari Rp40 jutaan

Longines dikenal sebagai merek jam tangan Swiss yang mengutamakan keindahan dan presisi. Master Collection Automatic menawarkan dial berpola guilloché, angka Arab yang elegan, serta fitur moonphase atau kalender pada beberapa modelnya. 

Dengan movement otomatis dan cadangan daya hingga 64 jam, jam ini memberikan sentuhan klasik yang sempurna untuk berbagai kesempatan.

2. TAG Heuer Carrera Automatic

Harga: Mulai dari Rp45 jutaan

TAG Heuer Carrera adalah pilihan ideal bagi mereka yang mencari jam tangan Swiss klasik dengan tampilan modern. Ditenagai oleh movement Calibre 5 Automatic, jam ini memiliki dial bersih dengan indeks batang serta jendela tanggal di posisi pukul 6. Dengan desain yang timeless dan ketahanan luar biasa, Carrera Automatic menjadi favorit di kalangan profesional dan kolektor.

Baca Juga: Apakah Jam Tangan Quartz atau Otomatis yang Lebih Mudah Dirawat?

3. Omega De Ville Prestige

Harga: Mulai dari Rp45 jutaan

Omega dikenal sebagai salah satu merek jam tangan Swiss terbaik di dunia, dan De Ville Prestige adalah seri yang menampilkan keanggunan klasik dengan sentuhan modern. Jam ini memiliki dial minimalis dengan indeks tipis serta fitur tanggal di posisi pukul 3. 

Movement otomatisnya sangat presisi, menawarkan cadangan daya hingga 48 jam. De Ville Prestige adalah pilihan sempurna untuk mereka yang menginginkan jam tangan klasik dengan kualitas premium.

4. Breguet Classique 5177

Harga: Mulai dari Rp48 jutaan

Breguet adalah salah satu merek horologi tertua dan paling prestisius di dunia. Classique 5177 menampilkan desain klasik dengan sentuhan kemewahan khas Breguet, termasuk dial berpola guilloché, angka Arab khas Breguet, serta jarum biru yang ikonik. 

Menggunakan movement otomatis dengan finishing indah yang terlihat melalui caseback transparan, jam ini menghadirkan kombinasi sempurna antara seni dan teknologi.

5. Tissot Heritage Visodate Automatic

Harga: Mulai dari Rp15 jutaan

Jika Anda mencari jam tangan Swiss klasik dengan harga yang lebih ramah di kantong, Tissot Heritage Visodate adalah opsi terbaik. Model ini terinspirasi dari desain jam tangan tahun 1950-an, dengan tampilan dial bersih, logo vintage Tissot, serta fitur tanggal yang menonjol. Dengan movement otomatis yang andal dan desain timeless, jam ini adalah pilihan sempurna bagi pecinta horologi klasik.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Merawat dan Membersihkan Jam Tangan Otomatis

Menemukan jam tangan klasik Swiss dengan harga di bawah 50 juta bisa menjadi pilihan tepat bagi pecinta horologi yang menginginkan kombinasi desain elegan dan ketepatan mesin tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Model dari brand ternama seperti Longines atau Tissot menawarkan kualitas yang tak kalah dengan lini premium. Jika Anda sudah memiliki koleksi jam tangan klasik Swiss atau ingin memiliki jam tangan tersebut, deGadai siap membantu dengan layanan gadai terpercaya yang aman dan transparan untuk membantu kebutuhan finansial Anda. Segera ajukan gadai di deGadai dan maksimalkan nilai koleksi jam tangan Anda tanpa kehilangan kepemilikannya, serta raih jam tangan impian Anda sekarang!

Open post

Bagaimana Swiss Menjaga Kualitas Jam Tangan Klasiknya Selama Ratusan Tahun?

Swiss telah lama menjadi simbol keunggulan dalam dunia horologi. Negara kecil di Eropa ini dikenal sebagai rumah bagi berbagai merek jam tangan mewah seperti Rolex, Patek Philippe, Audemars Piguet, dan banyak lainnya. 

Namun, bagaimana Swiss mampu mempertahankan reputasi ini selama ratusan tahun? Berikut adalah beberapa faktor utama yang membuat industri jam tangan Swiss tetap menjadi yang terbaik di dunia.

1. Sejarah Panjang dan Warisan Budaya

Industri jam tangan Swiss bermula pada abad ke-16 ketika para pengrajin perhiasan di Jenewa mulai membuat jam tangan setelah adanya larangan terhadap perhiasan mewah oleh reformasi Protestan. 

Sejak saat itu, Swiss terus mengembangkan keahliannya dalam pembuatan jam tangan, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan ekonomi negara tersebut.

Pada abad ke-18 dan ke-19, Swiss semakin mengokohkan dominasinya di industri jam tangan dengan mengadopsi teknik manufaktur baru dan meningkatkan standar kualitas. 

Merek-merek seperti Breguet dan Breitling mulai muncul dan menetapkan standar tinggi dalam inovasi mekanisme jam tangan.

2. Teknologi dan Inovasi yang Terus Berkembang

Swiss dikenal karena keahliannya dalam menciptakan mekanisme jam yang presisi. Salah satu inovasi terbesar dalam sejarah industri ini adalah pengembangan tourbillon oleh Abraham-Louis Breguet pada tahun 1795, yang berfungsi mengurangi efek gravitasi pada akurasi jam tangan.

Baca Juga: Gen Z Lebih Suka Quartz, Benarkah Otomatis Hanya untuk Generasi Lama?

Selain itu, Swiss juga terus berinovasi dengan bahan dan teknologi baru. Contohnya adalah penggunaan material seperti silicon escapements yang meningkatkan daya tahan dan akurasi jam. 

Omega misalnya, mengembangkan Co-Axial escapement yang mengurangi gesekan dan meningkatkan umur mekanisme jam.

3. Standar Kualitas yang Ketat

Salah satu alasan utama mengapa jam tangan Swiss tetap menjadi yang terbaik adalah adanya standar kualitas yang sangat tinggi, beberapa sertifikasi penting dalam industri jam tangan Swiss meliputi:

Swiss Made

Untuk mendapatkan label “Swiss Made,” setidaknya 60% dari komponen jam harus diproduksi di Swiss dan proses perakitan serta pengujian akhir harus dilakukan di Swiss.

COSC (Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres)

Sertifikasi ini diberikan kepada jam tangan yang telah lulus uji ketepatan waktu yang ketat, jam yang mendapatkan sertifikasi ini disebut sebagai chronometer.

Poinçon de Genève

Standar ketat yang diberikan hanya untuk jam tangan mewah dengan keahlian pembuatan terbaik di Swiss, standar ini memastikan bahwa hanya jam tangan berkualitas tinggi yang diproduksi dan dipasarkan sebagai produk Swiss.

4. Keahlian Pengrajin yang Tidak Tergantikan

Industri jam tangan Swiss sangat bergantung pada keterampilan tangan para pengrajinnya. Meskipun banyak proses manufaktur yang telah menggunakan teknologi canggih, perakitan dan penyempurnaan akhir masih dilakukan secara manual oleh pengrajin berpengalaman.

Pelatihan untuk menjadi seorang pembuat jam tangan di Swiss sangat ketat dan bisa memakan waktu bertahun-tahun. Bahkan beberapa teknik, seperti hand-engraving dan enameling, diwariskan dari generasi ke generasi. Keahlian inilah yang membuat jam tangan Swiss memiliki detail dan keindahan yang sulit ditandingi.

5. Reputasi dan Eksklusivitas Merek

Merek-merek jam tangan Swiss sangat menjaga eksklusivitasnya. Beberapa brand, seperti Patek Philippe dan Audemars Piguet, memproduksi jam tangan dalam jumlah terbatas, membuatnya semakin langka dan bernilai tinggi. Strategi ini tidak hanya mempertahankan kualitas tetapi juga meningkatkan daya tarik kolektor.

Selain itu, Swiss juga menjaga reputasi industrinya dengan membangun asosiasi seperti Federation of the Swiss Watch Industry (FH), yang bertujuan untuk melindungi kepentingan industri jam tangan Swiss dan memastikan produknya tetap berkualitas tinggi.

Baca Juga: 5 Jam Tangan Mewah Paling Sulit Didapat di Dunia

Sejak berabad-abad lalu, Swiss telah dikenal sebagai kiblat industri jam tangan mewah, dengan standar kualitas yang tetap terjaga hingga kini berkat keahlian tangan para pengrajin, inovasi teknologi, dan kontrol ketat dalam setiap tahap produksi. Nilai prestisius inilah yang membuat jam tangan Swiss bukan sekadar aksesori, tetapi juga aset berharga yang dapat dijadikan jaminan finansial. Di deGadai, kami memahami nilai sebuah jam tangan klasik dan menawarkan layanan gadai yang aman serta transparan untuk menjaga investasi Anda tetap bernilai. Butuh solusi cepat tanpa harus melepas koleksi kesayangan? Gadaikan jam tangan mewah Anda di deGadai sekarang!

Open post

Apa yang Membuat Jam Tangan Klasik Swiss Lebih Unggul dari yang Lain?

Jam tangan klasik Swiss telah lama dikenal sebagai simbol keunggulan, presisi, dan kemewahan. Dari generasi ke generasi, jam tangan buatan Swiss tetap menjadi standar emas dalam industri horologi. 

Banyak kolektor dan pecinta jam tangan memilih merek-merek Swiss seperti Rolex, Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Omega karena kualitas dan prestise yang melekat pada produk mereka. 

Namun, apa sebenarnya yang membuat jam tangan klasik Swiss lebih unggul dibandingkan dengan merek dari negara lain?

1. Warisan dan Keahlian Bertahun-Tahun

Industri jam tangan Swiss memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-16. Selama berabad-abad, Swiss telah menyempurnakan teknik pembuatan jam tangan dengan standar tertinggi. 

Keahlian para pembuat jam di Swiss diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya sebagai warisan budaya dan industri yang sangat dihargai. Tidak hanya sekadar industri manufaktur, pembuatan jam tangan di Swiss adalah seni yang membutuhkan keterampilan tinggi dan perhatian terhadap detail.

2. Presisi dan Teknologi Tinggi

Salah satu alasan utama mengapa jam tangan Swiss lebih unggul adalah ketepatan waktu yang luar biasa. Swiss memiliki standar kualitas ketat yang diatur oleh Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres (COSC), lembaga yang menguji ketepatan dan daya tahan jam tangan. 

Sebuah jam tangan yang mendapatkan sertifikasi COSC berarti telah melalui pengujian ekstrem untuk memastikan akurasi hingga -4/+6 detik per hari.

Selain itu, banyak merek jam tangan Swiss juga mengembangkan teknologi eksklusif, seperti pergerakan mekanis yang lebih efisien, power reserve yang lebih lama, serta inovasi dalam material seperti penggunaan silikon dalam escapement untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan daya tahan jam.

3. Material Berkualitas Tinggi

Keunggulan lain dari jam tangan Swiss adalah penggunaan material premium dalam pembuatannya. Banyak merek menggunakan stainless steel berkualitas tinggi (seperti 904L yang digunakan oleh Rolex), emas 18 karat, platinum, hingga material eksotis seperti titanium dan karbon. 

Selain itu, kristal safir sering digunakan sebagai pelindung kaca jam, memberikan ketahanan terhadap goresan sekaligus tampilan yang jernih.

4. Desain Elegan dan Klasik

Jam tangan Swiss tidak hanya dikenal karena teknologinya tetapi juga desainnya yang klasik dan elegan. Merek seperti Patek Philippe dikenal dengan desain yang tidak lekang oleh waktu, membuat jam tangan mereka tetap bernilai bahkan setelah puluhan tahun. 

Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Banyak Orang Tertipu Saat Membeli Jam Tangan Mewah

Desain yang ikonik seperti Rolex Submariner atau Omega Speedmaster juga membuktikan bahwa jam tangan Swiss mampu bertahan dalam tren mode yang terus berubah.

5. Nilai Investasi yang Tinggi

Jam tangan klasik Swiss sering kali memiliki nilai investasi yang tinggi. Beberapa model langka atau edisi terbatas dari merek-merek ternama dapat meningkat harganya seiring waktu. 

Patek Philippe misalnya, memiliki sejarah panjang dalam lelang jam tangan mewah dengan harga fantastis. Begitu juga dengan Rolex, yang beberapa modelnya mengalami kenaikan harga karena permintaan yang tinggi dan ketersediaan yang terbatas.

6. Mekanisme In-House yang Rumit

Banyak merek jam tangan Swiss menggunakan mekanisme in-house yang dibuat sendiri, bukan mengambil dari pemasok pihak ketiga. Hal ini membuat mereka memiliki kendali penuh terhadap kualitas dan performa jam tangan mereka. 

Patek Philippe dan Audemars Piguet adalah contoh merek yang terkenal dengan pergerakan mekanis yang sangat rumit, termasuk fitur perpetual calendar, tourbillon, dan minute repeater.

7. Daya Tahan yang Luar Biasa

Keunggulan lain dari jam tangan Swiss adalah daya tahannya. Sebuah jam tangan Swiss klasik yang dirawat dengan baik dapat bertahan selama beberapa dekade, bahkan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak heran jika banyak orang menganggap jam tangan Swiss sebagai investasi jangka panjang.

Baca Juga: Tips Verifikasi Jam Tangan Rolex, Patek Philippe, dan Brand Mewah Lainnya

Tak bisa dimungkiri, jam tangan klasik Swiss selalu menjadi simbol prestise dan keunggulan, berkat keahlian tinggi dalam pembuatannya serta nilai historis yang melekat di setiap detailnya. 

Bagi para kolektor atau pemilik yang ingin memaksimalkan nilai investasinya tanpa harus melepas kepemilikan, deGadai menawarkan solusi gadai eksklusif dengan proses aman dan transparan. 

Dengan layanan profesional, jam tangan mewah Anda tetap terjaga nilainya sambil mendapatkan dana tunai yang dibutuhkan, percayakan aset berharga Anda kepada deGadai dan rasakan kemudahan serta keamanan dalam setiap transaksi!

Open post

Mengapa Jam Tangan Klasik Swiss Tetap Bertahan di Era Digital?

Di era digital saat ini, di mana ponsel pintar dan smartwatch mendominasi pasar, jam tangan klasik Swiss tetap menjadi simbol status dan keanggunan. 

Meskipun teknologi terus berkembang, industri jam tangan mewah Swiss tetap eksis dan bahkan semakin diminati oleh kolektor serta pecinta horologi. Lalu, apa yang membuat jam tangan klasik Swiss tetap bertahan di tengah gempuran digitalisasi?

1. Keahlian dan Tradisi Berabad-abad

Industri jam tangan Swiss memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak abad ke-16. Brand seperti Patek Philippe, Rolex, dan Audemars Piguet telah mempertahankan standar kualitas tinggi dengan pengerjaan yang sangat detail. 

Setiap jam tangan Swiss dibuat dengan keahlian tangan para pembuat jam (watchmaker) yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun, teknologi mungkin berubah, tetapi keterampilan dan tradisi tetap menjadi nilai jual utama jam tangan klasik Swiss.

2. Status Simbol dan Investasi Jangka Panjang

Berbeda dengan smartwatch yang mengalami penurunan harga setelah beberapa tahun, jam tangan klasik Swiss justru semakin berharga seiring waktu. 

Model tertentu dari Rolex, Omega, atau Patek Philippe bahkan bisa mengalami peningkatan harga berkali-kali lipat di pasar kolektor. Hal ini menjadikan jam tangan klasik bukan hanya sebagai aksesoris, tetapi juga sebagai investasi yang menguntungkan.

Baca Juga: 5 Jam Tangan Titanium Paling Stylish di Tahun Ini

3. Desain Abadi yang Tidak Terpengaruh Tren

Smartwatch dan jam tangan digital sering kali mengikuti tren yang cepat berubah, namun jam tangan klasik Swiss memiliki desain yang timeless. Model seperti Rolex Submariner, Omega Speedmaster, atau Patek Philippe Nautilus tetap terlihat elegan dan relevan, bahkan setelah puluhan tahun sejak pertama kali diperkenalkan. 

Penggunaan material berkualitas tinggi seperti emas, platinum, dan safir juga menambah daya tarik estetika serta ketahanan jam tangan ini.

4. Eksklusivitas dan Sentuhan Personal

Jam tangan Swiss sering kali diproduksi dalam jumlah terbatas, menjadikannya lebih eksklusif dibandingkan perangkat digital yang diproduksi secara massal. 

Beberapa brand bahkan menawarkan layanan personalisasi, seperti ukiran nama atau desain khusus sesuai permintaan pelanggan. Eksklusivitas ini memberikan pengalaman yang lebih berharga bagi pemiliknya.

5. Teknologi Mekanis yang Tetap Relevan

Pergerakan otomatis dan mekanis dari jam tangan Swiss dibuat dengan presisi tinggi, sering kali memerlukan ratusan hingga ribuan komponen kecil yang dirakit dengan tangan. Keindahan dari mekanisme ini menjadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa ditemukan pada jam digital.

6. Tidak Bergantung pada Baterai atau Koneksi Internet

Salah satu keunggulan jam tangan klasik dibandingkan smartwatch adalah ketahanannya dalam jangka panjang. Jam mekanis Swiss tidak membutuhkan baterai atau pembaruan perangkat lunak untuk tetap berfungsi, hal ini menjadikannya lebih andal, terutama dalam kondisi di mana akses ke listrik atau internet terbatas.

7. Dukungan dari Kolektor dan Pecinta Horologi

Komunitas pecinta jam tangan mewah terus berkembang, dengan banyak forum, acara lelang, dan pameran khusus yang menampilkan jam tangan Swiss klasik. Kolektor sering mencari model langka atau edisi terbatas untuk menambah koleksi mereka, faktor ini menciptakan permintaan yang stabil dan bahkan meningkat terhadap jam tangan klasik.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Merawat dan Membersihkan Jam Tangan Otomatis

Di era digital yang serba canggih ini, banyak perangkat pintar bermunculan, namun jam tangan klasik Swiss tetap memiliki daya tarik yang tak tergantikan. Keindahan desain, ketelitian mekanisme, serta nilai investasinya menjadikannya lebih dari sekadar penunjuk waktu, melainkan simbol prestise dan warisan. Karena itulah, banyak kolektor dan pemilik jam tangan mewah yang memilih untuk mempertahankan atau bahkan menggadaikannya saat membutuhkan dana cepat tanpa harus menjualnya. deGadai hadir sebagai solusi terpercaya untuk gadai jam tangan klasik Swiss dengan proses aman, cepat, dan transparan. Dapatkan penawaran terbaik untuk jam tangan Anda sekarang di deGadai!

Open post

Apa yang Membuat Mesin Jam Tangan Klasik Swiss Lebih Tahan Lama?

Jam tangan klasik Swiss dikenal di seluruh dunia karena keunggulan mekaniknya, daya tahannya, serta keindahan desainnya. Banyak kolektor dan pecinta jam tangan menganggap jam tangan Swiss sebagai simbol prestise dan kualitas yang tidak tertandingi. 

Salah satu faktor utama yang membuat jam tangan klasik Swiss begitu istimewa adalah daya tahan mesinnya. Tapi, apa yang sebenarnya membuat mesin jam tangan klasik Swiss lebih tahan lama dibandingkan merek lain? Berikut adalah beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap ketahanan luar biasa jam tangan Swiss.

1. Kualitas Material yang Digunakan

Produsen jam tangan Swiss menggunakan bahan berkualitas tinggi untuk memastikan daya tahan mesinnya. Beberapa material unggulan yang sering digunakan antara lain:

  • Baja tahan karat 316L atau 904L – Digunakan pada casing dan beberapa bagian mesin untuk ketahanan terhadap korosi.
  • Logam mulia seperti emas dan platinum – Memberikan nilai estetika dan ketahanan lebih baik terhadap oksidasi.
  • Rubin sintetis – Digunakan sebagai bantalan dalam mekanisme roda gigi untuk mengurangi gesekan dan memperpanjang usia mesin.

Material berkualitas tinggi ini memastikan jam tangan Swiss dapat bertahan dalam kondisi ekstrem tanpa mengalami penurunan performa yang signifikan.

2. Presisi Tinggi dalam Proses Pembuatan

Teknik manufaktur yang digunakan oleh pembuat jam tangan Swiss sangat canggih dan teliti. Setiap bagian mesin dibuat dengan presisi tinggi menggunakan teknologi mutakhir seperti:

  • Teknik CNC (Computer Numerical Control) untuk memastikan setiap komponen memiliki ukuran yang presisi hingga sepersekian milimeter.
  • Perakitan tangan oleh ahli horologi yang telah menjalani pelatihan bertahun-tahun untuk menyusun mesin jam secara manual dengan tingkat akurasi tinggi.

Keakuratan dalam produksi dan perakitan ini memastikan jam tangan dapat berfungsi dengan sempurna selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Baca Juga: Mengapa Pengecekan Nomor Seri Penting Sebelum Menggadaikan Jam Tangan?

3. Mekanisme yang Dirancang untuk Ketahanan Jangka Panjang

Salah satu keunggulan utama jam tangan klasik Swiss adalah mekanisme yang tidak hanya presisi, tetapi juga dibuat untuk bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Beberapa inovasi dalam mekanisme ini antara lain:

  • Per penggunaan sistem roda gigi yang dioptimalkan untuk mengurangi keausan.
  • Mekanisme anti-guncangan seperti Incabloc yang melindungi komponen mesin dari benturan.
  • Pelumasan berkualitas tinggi yang memastikan semua bagian bergerak dengan gesekan minimal.

Inovasi ini membuat jam tangan Swiss dapat beroperasi dengan baik bahkan setelah digunakan selama puluhan tahun.

4. Kontrol Kualitas yang Ketat

Produsen jam tangan Swiss memiliki standar kontrol kualitas yang sangat tinggi. Sebelum sebuah jam tangan dipasarkan, ia harus melewati berbagai tahap pengujian, termasuk:

  • Uji ketahanan terhadap suhu ekstrem untuk memastikan komponen tidak mengalami pemuaian atau penyusutan yang signifikan.
  • Uji keakuratan waktu dengan sertifikasi COSC (Contrôle Officiel Suisse des Chronomètres) untuk memastikan jam tangan tetap presisi.
  • Simulasi ketahanan terhadap air dan tekanan untuk model yang memiliki fitur tahan air.

Kontrol kualitas yang ketat ini menjamin setiap jam tangan yang keluar dari pabrik dalam kondisi sempurna.

Baca Juga: Pengaruh Nomor Seri terhadap Harga Jam Tangan Mewah

Bagi para pecinta jam tangan, keindahan dan ketahanan mesin jam klasik Swiss tentu menjadi daya tarik tersendiri. Dibuat dengan presisi tinggi dan material berkualitas, jam tangan Swiss dikenal mampu bertahan puluhan tahun, bahkan bisa menjadi warisan keluarga. Namun, ada kalanya Anda membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual jam tangan kesayangan. Di deGadai, kami menawarkan solusi gadai jam tangan mewah dengan proses aman dan terpercaya, sehingga Anda tetap bisa menjaga koleksi berharga Anda. Dapatkan penawaran terbaik untuk gadai jam tangan klasik Swiss Anda hari ini!

Open post

Mengapa Harga Jam Tangan Klasik Swiss Terus Meningkat?

Jam tangan klasik Swiss telah lama menjadi simbol prestise, keahlian tinggi, dan investasi yang menguntungkan. Dalam beberapa dekade terakhir, harga jam tangan klasik dari merek-merek ternama seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet terus meningkat secara signifikan. 

Fenomena ini bukan hanya dipengaruhi oleh faktor koleksi, tetapi juga oleh permintaan pasar, kelangkaan, serta status jam tangan sebagai instrumen investasi yang stabil. Lalu, apa saja faktor utama yang menyebabkan harga jam tangan klasik Swiss terus meningkat?

1. Kelangkaan dan Produksi Terbatas

Salah satu faktor utama yang membuat harga jam tangan klasik Swiss terus naik adalah produksi yang terbatas. Banyak merek mewah hanya memproduksi model tertentu dalam jumlah yang sangat terbatas, bahkan beberapa model dibuat secara eksklusif untuk klien tertentu. 

Contohnya, Patek Philippe dikenal dengan kebijakan “Never Sell a Patek Philippe, You Merely Look After It for the Next Generation”, yang mencerminkan eksklusivitas serta nilai warisan dari jam tangannya.

Jam tangan klasik dari edisi terbatas atau model yang sudah tidak diproduksi lagi sering kali mengalami lonjakan harga yang drastis. Kolektor dan investor berlomba-lomba mendapatkan model langka ini, yang pada akhirnya mendorong harga di pasar sekunder.

2. Permintaan yang Tinggi di Pasar Kolektor

Jam tangan Swiss klasik bukan sekadar alat penunjuk waktu, tetapi juga dianggap sebagai barang koleksi dengan nilai sejarah dan estetika yang tinggi. 

Banyak kolektor di seluruh dunia rela membayar harga yang sangat tinggi untuk mendapatkan model tertentu, terutama yang memiliki cerita unik atau sejarah yang menarik.

Misalnya, Rolex Daytona “Paul Newman” yang pernah dimiliki oleh aktor legendaris Paul Newman terjual di lelang dengan harga lebih dari $17 juta, kasus ini menunjukkan bagaimana faktor sejarah dan kepemilikan sebelumnya dapat meningkatkan nilai suatu jam tangan secara drastis.

3. Perubahan Selera dan Status Sosial

Dulu, jam tangan klasik Swiss mungkin hanya dipandang sebagai aksesori mewah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tren telah bergeser menjadi simbol status dan gaya hidup. 

Banyak selebriti, pengusaha, hingga influencer sering memamerkan jam tangan klasik mereka di media sosial, yang mendorong permintaan lebih tinggi dari generasi muda dan kelas menengah ke atas.

Baca Juga: Jam Tangan Quartz vs. Otomatis? Simak Perbedaan dan Kelebihannya

Sebagai contoh, tren “hype watches” telah membuat model-model seperti Audemars Piguet Royal Oak dan Patek Philippe Nautilus mengalami lonjakan harga yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir, konsumen tidak hanya membeli jam tangan ini untuk digunakan, tetapi juga untuk dipamerkan sebagai simbol keberhasilan finansial.

4. Kenaikan Nilai sebagai Instrumen Investasi

Banyak investor kini melihat jam tangan klasik Swiss sebagai aset yang lebih stabil dibandingkan investasi lain, seperti saham atau mata uang kripto, yang cenderung lebih fluktuatif. 

Beberapa model jam tangan bahkan memiliki tingkat apresiasi yang lebih tinggi daripada emas atau properti. Misalnya, Patek Philippe Nautilus Ref. 5711, yang awalnya dijual dengan harga sekitar $30.000, kini bisa mencapai harga lebih dari $100.000 di pasar sekunder. 

Hal ini menjadikan jam tangan mewah sebagai alternatif investasi yang menarik bagi mereka yang ingin melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan ketidakstabilan ekonomi global.

5. Pengaruh Lelang dan Pasar Sekunder

Rumah lelang besar seperti Sotheby’s dan Christie’s sering kali melelang jam tangan klasik dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada harga aslinya. Lelang ini memberikan patokan harga yang lebih tinggi bagi model-model serupa di pasar sekunder, sehingga harga terus meningkat.

Banyak kolektor dan investor menggunakan lelang sebagai barometer tren harga jam tangan klasik. Jika sebuah model langka terjual dengan harga tinggi dalam suatu lelang, maka harga model serupa di pasar akan ikut terdongkrak.

Baca Juga: Pentingnya Sertifikasi dalam Membeli Patek Philippe Limited Edition

Mengoleksi jam tangan klasik Swiss bukan sekadar hobi, tetapi juga investasi yang nilainya terus meningkat seiring waktu. Permintaan yang tinggi, produksi terbatas, serta sejarah dan craftsmanship yang luar biasa membuat harga jam tangan klasik terus meroket. Bagi Anda yang memiliki koleksi berharga ini dan membutuhkan dana cepat tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai yang aman dan terpercaya dengan proses mudah serta bunga 0% untuk tenor 30 hari. Jangan biarkan jam tangan klasik Anda hanya tersimpan, optimalkan nilainya dengan gadai di deGadai sekarang!

Posts navigation

1 2 3 6 7 8 9 10 11 12 37 38 39
Butuh bantuan gadai?
Scan the code