Open post

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Harga Jam Tangan Sub-Dial Retro

Salah satu jenis jam yang banyak diminati adalah jam tangan dengan desain sub-dial retro. Sub-dial adalah tampilan kecil dalam dial utama yang biasanya digunakan untuk fungsi tambahan seperti chronograph, detik berjalan, atau zona waktu kedua. 

Model jam tangan ini memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar desain klasik. Namun, harga jam tangan sub-dial retro bisa sangat bervariasi, tergantung pada beberapa faktor utama. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi harga jam tangan sub-dial retro.

1. Merek dan Reputasi Brand

Merek merupakan faktor utama yang sangat mempengaruhi harga sebuah jam tangan. Brand dengan reputasi tinggi seperti Rolex, Omega, dan Patek Philippe umumnya memiliki harga yang jauh lebih mahal dibandingkan merek yang kurang dikenal. 

Hal ini disebabkan oleh sejarah panjang, kualitas tinggi, serta status eksklusif yang melekat pada merek-merek tersebut. Sebaliknya, jam tangan dari merek yang kurang populer atau baru berkembang biasanya memiliki harga yang lebih terjangkau, meskipun desainnya mirip.

2. Material yang Digunakan

Material yang digunakan dalam pembuatan jam tangan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga. Jam tangan sub-dial retro yang dibuat dari emas murni, platinum, atau titanium tentu memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan yang terbuat dari stainless steel atau kuningan. 

Selain itu, jenis kaca yang digunakan pada dial juga mempengaruhi harga. Kaca safir, yang tahan gores dan lebih awet, cenderung lebih mahal dibandingkan kaca mineral atau akrilik.

3. Mesin (Movement) Jam

Movement atau mesin penggerak jam tangan merupakan faktor utama dalam menentukan nilai sebuah jam. Terdapat tiga jenis movement utama yang biasa digunakan:

  • Quartz – Menggunakan baterai dan cenderung lebih murah karena lebih mudah diproduksi.
  • Automatic (Mekanis Otomatis) – Menggunakan rotor untuk mengisi daya secara otomatis saat dikenakan, biasanya lebih mahal karena kompleksitas mekanismenya.
  • Manual (Mekanis Manual) – Mengharuskan pemilik untuk memutar crown secara berkala, biasanya lebih dihargai dalam dunia kolektor karena aspek tradisionalnya.

Jam tangan sub-dial retro dengan movement mekanis cenderung lebih mahal dibandingkan quartz karena kerumitan dan seni pembuatan mesinnya.

4. Tingkat Kelangkaan dan Kolektibilitas

Jam tangan edisi terbatas atau vintage memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan model produksi massal. Jika suatu model jam tangan diproduksi dalam jumlah terbatas atau berasal dari era tertentu yang kini sulit ditemukan, harganya akan cenderung meningkat seiring waktu. 

Kolektor sering berburu jam tangan sub-dial retro yang memiliki sejarah unik, misalnya yang pernah dipakai oleh tokoh terkenal atau memiliki hubungan dengan peristiwa bersejarah.

Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Menyimpan Jam Tangan Kulit yang Bikin Berjamur

5. Kondisi Jam Tangan

Kondisi fisik jam tangan sangat berpengaruh terhadap harga jualnya. Jam tangan yang masih dalam kondisi prima, lengkap dengan kotak asli dan surat-surat keaslian, memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan jam yang sudah mengalami banyak perbaikan atau modifikasi. 

Goresan pada casing, perubahan warna dial, atau kerusakan pada movement dapat menurunkan nilai jual jam tersebut.

6. Kompleksitas Fitur Tambahan

Jam tangan sub-dial retro dengan fitur tambahan seperti chronograph, kalender, fase bulan, atau zona waktu kedua cenderung lebih mahal dibandingkan model sederhana. 

Setiap fitur tambahan memerlukan teknologi dan keahlian yang lebih tinggi dalam proses pembuatannya, yang tentunya meningkatkan harga jual jam tersebut.

7. Popularitas dan Tren Pasar

Tren di dunia horologi juga memiliki pengaruh besar terhadap harga jam tangan sub-dial retro. Model yang sedang naik daun di kalangan kolektor atau fashion enthusiast akan mengalami kenaikan harga, terutama jika dipromosikan oleh influencer atau selebriti. 

Sebaliknya, model yang kurang populer atau tidak lagi diminati bisa mengalami penurunan harga meskipun memiliki spesifikasi yang baik.

8. Negara Asal Produksi

Negara tempat jam tangan diproduksi juga berpengaruh pada harga jualnya. Jam tangan Swiss terkenal karena standar kualitas yang tinggi dan craftsmanship yang mendetail, sehingga biasanya lebih mahal dibandingkan jam tangan buatan negara lain. 

Sementara itu, jam tangan yang diproduksi di Jepang seperti Seiko menawarkan kualitas yang baik dengan harga yang lebih terjangkau.

9. Pasar dan Distribusi

Sistem distribusi dan strategi pemasaran juga mempengaruhi harga jam tangan, produk yang dijual secara eksklusif melalui butik resmi atau hanya tersedia di negara tertentu cenderung lebih mahal. Sebaliknya, jam tangan yang tersedia secara luas melalui berbagai retailer biasanya memiliki harga yang lebih kompetitif.

Baca Juga: “Mengenal Grade Titanium dalam Jam Tangan: Apa Bedanya?”

Jam tangan sub-dial retro memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor dan pecinta horologi, terutama karena desain klasiknya yang unik dan nilai sejarah yang melekat. Faktor seperti material, mekanisme, kelangkaan, serta kondisi jam sangat mempengaruhi harganya di pasar. Jika Anda memiliki jam tangan sub-dial retro dan ingin memanfaatkannya tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai eksklusif dengan proses aman dan transparan. Segera kunjungi deGadai dan dapatkan pinjaman dengan jaminan jam tangan berharga Anda!

Open post

5 Alasan Mengapa Jam Tangan Sub-Dial Retro Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Di era modern yang serba digital ini, jam tangan bukan lagi sekadar alat untuk menunjukkan waktu. Bagi banyak orang, jam tangan telah menjadi simbol status, gaya hidup, hingga instrumen investasi jangka panjang. 

Salah satu jenis jam tangan yang belakangan semakin populer adalah jam tangan dengan desain sub-dial retro. Dengan kombinasi antara estetika klasik dan teknologi canggih, jam tangan ini tidak hanya terlihat elegan tetapi juga memiliki nilai investasi yang menjanjikan di masa depan. 

Berikut adalah lima alasan mengapa jam tangan sub-dial retro layak dipertimbangkan sebagai aset investasi.

1. Desain Klasik yang Abadi

Salah satu daya tarik utama jam tangan sub-dial retro adalah desainnya yang klasik dan timeless, gaya retro selalu memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta mode karena mampu menghadirkan nostalgia tanpa kehilangan sentuhan modern. 

Sub-dial, atau miniatur dial tambahan pada jam tangan, memberikan kesan vintage yang unik sekaligus fungsional. Desain seperti ini jarang terpengaruh oleh tren yang cepat berubah, sehingga nilainya cenderung stabil atau bahkan meningkat seiring waktu.

Selain itu, jam tangan dengan desain retro sering kali dirancang dengan material berkualitas tinggi, seperti baja tahan karat, kulit asli, atau emas. Hal ini membuatnya lebih tahan lama dan tetap terlihat premium meskipun sudah bertahun-tahun digunakan. Kombinasi antara desain abadi dan material berkualitas menjadikan jam tangan sub-dial retro sebagai pilihan investasi yang cerdas.

2. Nilai Sejarah dan Keunikan

Banyak jam tangan sub-dial retro terinspirasi dari model-model legendaris yang diperkenalkan pada era sebelumnya, seperti tahun 1950-an hingga 1970-an. 

Model-model tersebut sering kali memiliki cerita sejarah yang kuat, baik dalam hal inovasi teknologi maupun pengaruh budaya. Misalnya, beberapa merek ternama merilis edisi terbatas yang didedikasikan untuk momen penting dalam sejarah perusahaan mereka.

Keunikan dan kelangkaan produk-produk ini membuatnya semakin diminati oleh kolektor. Semakin langka sebuah jam tangan, semakin tinggi nilainya di pasar sekunder. 

Oleh karena itu, membeli jam tangan sub-dial retro bukan hanya soal memiliki aksesori bergaya, tetapi juga tentang mendapatkan potongan sejarah yang bisa bernilai tinggi di masa depan.

3. Permintaan Pasar yang Terus Meningkat

Tren fashion sering kali bersifat siklus, dan saat ini gaya retro sedang mengalami kebangkitan besar-besaran. Banyak orang yang mulai mencari barang-barang dengan nuansa vintage untuk melengkapi penampilan mereka. 

Baca Juga: Mengapa Harga Jam Tangan Klasik Swiss Terus Meningkat?

Jam tangan sub-dial retro menjadi salah satu item yang paling dicari karena kemampuannya untuk menggabungkan gaya klasik dengan fungsi modern. Selain itu, popularitas merek-merek jam tangan ternama yang memproduksi model retro juga turut berkontribusi pada meningkatnya permintaan pasar. 

Beberapa merek seperti Rolex, Omega, dan Seiko telah merilis koleksi jam tangan retro yang langsung laris manis di pasaran. Dengan tren ini, nilai jual kembali jam tangan sub-dial retro cenderung meningkat, menjadikannya investasi yang menguntungkan.

4. Kualitas dan Durabilitas yang Terjamin

Jam tangan sub-dial retro biasanya diproduksi oleh merek-merek ternama yang sudah terbukti kualitasnya, mereka menggunakan bahan-bahan premium dan teknologi canggih untuk memastikan bahwa produk mereka tidak hanya indah secara visual tetapi juga tahan lama. 

Movement (mekanisme) yang digunakan pun sering kali merupakan hasil rekayasa presisi tinggi, seperti automatic movement atau quartz movement berkualitas tinggi. Durabilitas ini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai investasi sebuah jam tangan. 

Produk yang awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama cenderung memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk yang mudah rusak atau ketinggalan zaman. Dengan demikian, jam tangan sub-dial retro tidak hanya memberikan kepuasan estetika tetapi juga menawarkan nilai ekonomi jangka panjang.

5. Potensi Kenaikan Nilai di Pasar Sekunder

Pasar jam tangan bekas atau pre-loved watch market telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kolektor yang bersedia membayar harga tinggi untuk mendapatkan jam tangan langka atau edisi terbatas. 

Jam tangan sub-dial retro, terutama yang diproduksi oleh merek ternama, sering kali masuk dalam kategori ini. Sebagai contoh, beberapa model jam tangan retro yang dirilis puluhan tahun lalu kini dihargai berkali-kali lipat dari harga aslinya. 

Bahkan, ada kasus di mana jam tangan tertentu dijual dengan harga ratusan juta rupiah di lelang internasional. Fenomena ini menunjukkan bahwa jam tangan sub-dial retro memiliki potensi besar untuk menjadi aset investasi yang menguntungkan jika dipilih dengan bijak.

Baca Juga: Apa yang Membuat Mesin Jam Tangan Klasik Swiss Lebih Tahan Lama?

Jam tangan sub-dial retro bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi juga simbol gaya klasik yang semakin diminati kolektor dan investor. Keunikan desain serta nilai historisnya membuat jam tangan ini memiliki potensi apresiasi harga di masa depan. Jika Anda sudah memiliki koleksi berharga ini dan ingin memanfaatkannya tanpa harus menjual, deGadai menawarkan solusi gadai aman dan menguntungkan. Dengan proses cepat dan transparan, Anda bisa mendapatkan dana tunai sambil tetap mempertahankan aset berharga Anda. Segera kunjungi deGadai dan jadikan jam tangan klasik Anda sebagai peluang investasi bagi Anda!

Open post

Mengapa Kolektor Lebih Memilih Jam Tangan Sub-Dial Retro Daripada Digital?

Dalam dunia horologi, tren selalu berkembang, tetapi satu hal yang tetap konstan adalah daya tarik jam tangan klasik dengan sub-dial retro. Meskipun jam tangan digital menawarkan fitur canggih seperti GPS, konektivitas smartphone, dan berbagai sensor kesehatan, kolektor tetap lebih memilih jam tangan dengan desain sub-dial retro. 

Apa yang membuat jam tangan ini lebih istimewa dibandingkan jam tangan digital? Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa kolektor lebih memilih jam tangan sub-dial retro daripada jam tangan digital.

1. Keindahan Desain Klasik dan Elegan

Jam tangan dengan sub-dial retro memiliki desain yang klasik dan estetika yang abadi. Sub-dial, yang sering kali digunakan sebagai penunjuk detik, menit, atau kronograf, memberikan tampilan yang lebih kompleks dan berkelas. 

Kolektor sering kali menghargai desain ini karena memberikan sentuhan keanggunan yang tidak dapat ditemukan pada jam tangan digital. Jam tangan seperti Patek Philippe, Omega Speedmaster, dan Rolex Daytona adalah contoh model dengan sub-dial yang tetap dicari oleh kolektor dari berbagai generasi. 

Desainnya yang menampilkan detail mekanik, angka yang artistik, serta penggunaan material premium seperti stainless steel dan emas, memberikan kesan mewah yang tidak bisa ditandingi oleh layar digital.

2. Nilai Investasi yang Lebih Baik

Salah satu alasan utama mengapa kolektor lebih menyukai jam tangan sub-dial retro adalah karena nilai investasinya yang lebih tinggi dibandingkan jam tangan digital.

Jam tangan mekanis atau otomatis dengan desain klasik sering kali mengalami kenaikan harga seiring waktu. Banyak jam tangan digital kehilangan nilainya begitu teknologi baru muncul, tetapi jam tangan dengan sub-dial retro tetap dihargai karena craftsmanship dan sejarahnya.

Sebagai contoh, Rolex Paul Newman Daytona yang memiliki sub-dial khasnya, pada awalnya hanya dihargai beberapa ribu dolar, tetapi kini bisa bernilai jutaan dolar di pelelangan. Kolektor memahami bahwa jam tangan mekanis klasik tidak hanya sebagai aksesori, tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang.

3. Keunggulan Mekanisme Jam Mekanis

Jam tangan dengan sub-dial retro sering kali menggunakan mesin mekanis atau otomatis, yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan dengan jam tangan digital.

Movement Mekanis

Jam tangan dengan sub-dial biasanya menggunakan movement mekanis seperti manual-wind atau automatic movement. Proses pergerakan jarum dalam mekanisme ini lebih rumit dan menarik bagi kolektor.

Baca Juga: Apa yang Membuat Jam Tangan Klasik Swiss Lebih Unggul dari yang Lain?

Ketahanan Jangka Panjang

Jam mekanis berkualitas tinggi dapat bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun dengan perawatan yang baik. Sementara itu, jam tangan digital biasanya memiliki umur pakai terbatas dan sering kali perlu diganti ketika teknologinya sudah ketinggalan zaman.

Bagi kolektor sejati, ada kepuasan tersendiri dalam memiliki dan merawat jam mekanis yang dibuat dengan teknik tinggi oleh pembuat jam terbaik di dunia.

4. Nilai Sejarah dan Sentimental

Jam tangan dengan sub-dial retro sering kali memiliki cerita di baliknya, yang menambah daya tarik bagi para kolektor. Misalnya, jam tangan yang pernah dipakai oleh tokoh terkenal atau yang digunakan dalam misi bersejarah seperti Omega Speedmaster yang menemani astronot dalam pendaratan di bulan, hal ini menambah nilai sentimental yang sulit ditemukan pada jam tangan digital.

Jam tangan mekanis klasik juga sering diwariskan dari generasi ke generasi, menjadikannya bagian dari sejarah keluarga. Kolektor tidak hanya membeli sebuah benda, tetapi juga bagian dari sejarah dan tradisi yang telah bertahan selama berabad-abad.

5. Eksklusivitas dan Kelangkaan

Jam tangan dengan sub-dial retro sering kali diproduksi dalam jumlah terbatas, menjadikannya barang koleksi yang eksklusif. Berbeda dengan jam tangan digital yang diproduksi secara massal, banyak jam tangan mekanis hanya dibuat dalam edisi terbatas. 

Ini membuatnya lebih eksklusif dan meningkatkan daya tarik bagi kolektor yang mencari sesuatu yang unik. Merek-merek seperti Audemars Piguet dan Patek Philippe terkenal dengan edisi terbatas mereka yang sangat dicari di pasar lelang. 

Memiliki jam tangan yang langka memberikan kepuasan tersendiri bagi para kolektor, karena mereka tahu bahwa tidak semua orang bisa memiliki model yang sama.

6. Ketahanan Baterai Tidak Menjadi Masalah

Jam tangan digital sering kali bergantung pada daya baterai atau perlu diisi ulang secara berkala, hal ini bisa menjadi kelemahan bagi orang yang menginginkan jam tangan yang bisa dipakai dalam jangka panjang tanpa perlu khawatir kehabisan daya.

Jam tangan mekanis dengan sub-dial retro, terutama yang menggunakan automatic movement, dapat berfungsi tanpa baterai. Mereka hanya perlu dikalibrasi secara berkala untuk memastikan akurasi, hal ini menjadikannya pilihan yang lebih praktis bagi kolektor yang tidak ingin repot mengganti baterai atau mengisi ulang daya.

Baca Juga: Jam Tangan Klasik dengan Dial Enamel yang Wajib Dimiliki Kolektor

Banyak dari para kolektor lebih memilih jam tangan sub-dial retro yang menawarkan estetika klasik dan mekanisme yang berkarakter dibandingkan model digital yang serba modern. Keunikan dan nilai investasi dari jam tangan klasik ini menjadikannya aset berharga yang bisa dimanfaatkan tanpa harus dijual. Di deGadai, kami menawarkan layanan gadai eksklusif untuk jam tangan mewah Anda dengan proses cepat, aman, dan transparan. Maksimalkan nilai koleksi Anda hari ini dengan gadai di deGadai!

Open post

Merek Jam Tangan dengan Sub-Dial Retro yang Sedang Tren

Dalam dunia horologi, desain jam tangan dengan sub-dial retro kembali menjadi tren. Sub-dial adalah fitur klasik yang sering ditemukan pada jam tangan vintage, biasanya digunakan untuk fungsi tambahan seperti detik, kronograf, atau zona waktu kedua. 

Kini, banyak merek jam tangan menghadirkan kembali desain ini dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan esensi klasiknya, berikut beberapa merek jam tangan yang sedang tren dengan sub-dial retro.

1. Longines – The Longines Master Collection

Longines dikenal dengan desain klasik yang elegan, dan seri Master Collection menjadi salah satu contoh terbaik dari jam tangan dengan sub-dial retro. 

Koleksi ini menampilkan tampilan chronograph dengan sub-dial yang ditempatkan secara harmonis di dalam dial utama, model ini sering menggunakan sentuhan guilloché pada dial dan indeks angka Romawi, memperkuat nuansa vintage yang mewah.

2. Omega – Speedmaster ’57

Omega Speedmaster ’57 adalah reinkarnasi dari Speedmaster pertama yang dirilis pada tahun 1957. Model ini menampilkan sub-dial simetris untuk penghitung kronograf dan detik kecil, menciptakan estetika retro yang autentik. Dengan mesin co-axial movement yang canggih, Omega menggabungkan desain klasik dengan teknologi horologi modern.

3. Blancpain – Air Command Chronograph

Blancpain Air Command Chronograph adalah jam tangan dengan desain sub-dial retro yang terinspirasi dari model vintage militer. Dilengkapi dengan dua sub-dial untuk fungsi kronograf, model ini menawarkan tampilan maskulin dengan elemen klasik yang khas. Dengan bezel bergaya tachymeter dan dial kontras, jam ini menjadi pilihan ideal bagi pecinta gaya vintage.

4. Breitling – Premier B09 Chronograph

Breitling telah lama dikenal dengan jam tangan kronograf berkualitas tinggi, dan Premier B09 Chronograph adalah salah satu model yang mengusung sub-dial retro. 

Dengan desain yang diilhami dari era 1940-an, jam ini menggunakan layout dua sub-dial (bi-compax) untuk tampilan kronograf dan detik kecil. Detail seperti dial dengan finishing matte dan indeks vintage semakin memperkuat kesan klasiknya.

Baca Juga: Cara Menjaga Nilai Jam Tangan dengan Dial Enamel agar Tetap Tinggi

5. TAG Heuer – Carrera Chronograph 60th Anniversary

TAG Heuer Carrera Chronograph edisi ulang tahun ke-60 hadir dengan desain yang meniru model asli dari tahun 1963. Jam ini menampilkan tiga sub-dial yang ditempatkan dengan proporsi sempurna, memberikan tampilan vintage yang elegan. Dengan mesin otomatis modern, Carrera tetap mempertahankan estetika sporty klasik yang melekat pada merek TAG Heuer.

6. Vacheron Constantin – Historiques Cornes de Vache 1955

Vacheron Constantin Historiques Cornes de Vache 1955 adalah jam tangan dengan desain sub-dial klasik yang sangat dihargai oleh kolektor, dengan dua sub-dial yang proporsional, desain ini terinspirasi dari model vintage tahun 1955. Dibuat dengan standar haute horlogerie, jam ini memadukan keanggunan dengan keahlian teknis yang luar biasa.

7. Tissot – Heritage 1948 Chronograph

Tissot Heritage 1948 adalah model yang merepresentasikan desain klasik dengan sentuhan retro yang kuat. Mengusung desain chronograph dengan tiga sub-dial, jam tangan ini memiliki tampilan yang elegan dengan dial berwarna putih atau silver dan angka Arab klasik. 

Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan merek premium lainnya, Tissot menjadi pilihan menarik bagi pecinta jam tangan retro.

8. Seiko – Presage Chronograph SRQ031

Seiko Presage Chronograph SRQ031 adalah model dengan sub-dial retro yang terinspirasi dari desain tahun 1964. Model ini memiliki tampilan yang bersih dengan dua sub-dial yang proporsional, memberikan kesan klasik yang menawan. 

Presage dikenal karena kualitas mesin Seiko yang andal dan desain timeless, menjadikannya pilihan favorit bagi kolektor jam tangan vintage.

Baca Juga: Perbandingan Harga Jam Tangan dengan Dial Enamel dari Berbagai Merek

Gaya klasik dengan sentuhan modern kembali menjadi sorotan, dan jam tangan dengan sub-dial retro kini semakin digemari oleh para kolektor dan pecinta horologi. Desainnya yang unik tidak hanya menambah estetika, tetapi juga meningkatkan nilai koleksi bagi pemiliknya. Jika Anda memiliki jam tangan klasik yang sedang tren ini dan ingin memanfaatkannya sebagai jaminan pinjaman tanpa harus menjualnya, deGadai siap membantu dengan proses gadai yang cepat, aman, dan transparan. Jangan ragu, kunjungi deGadai sekarang dan dapatkan penawaran terbaik untuk jam tangan Anda!

Open post

Rekomendasi Jam Tangan Sub-Dial Retro untuk Gaya Formal dan Kasual

Jam tangan dengan desain sub-dial retro semakin populer di kalangan pecinta horologi. Desain ini menggabungkan elemen klasik dengan sentuhan modern yang membuatnya cocok untuk berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual. 

Sub-dial sendiri adalah fitur tambahan pada dial utama yang dapat menunjukkan fungsi seperti detik, tanggal, atau bahkan chronograph. Jika Anda mencari jam tangan sub-dial retro yang bisa dipakai dalam berbagai situasi, berikut beberapa rekomendasi terbaik.

1. Seiko Presage SRPB41J1

Seiko Presage SRPB41J1, juga dikenal sebagai “Cocktail Time,” adalah jam tangan dengan desain retro yang elegan. Dial sunburst biru dengan sub-dial kecil pada posisi pukul 6 memberikan kesan klasik yang mewah. 

Ditambah dengan case stainless steel berdiameter 40,5mm dan strap kulit berwarna hitam, jam ini sangat cocok dipakai dalam acara formal. Namun, desainnya yang tidak terlalu mencolok juga membuatnya bisa digunakan dalam situasi kasual.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 40,5mm
  • Ketebalan: 11,8mm
  • Mesin: Seiko Caliber 4R35 (Automatic)
  • Fitur: Sub-dial detik pada posisi 6, tahan air hingga 50 meter

2. Tissot Heritage 1948

Bagi Anda yang mencari jam tangan dengan desain klasik yang kuat, Tissot Heritage 1948 adalah pilihan yang tepat. Dengan tiga sub-dial chronograph di bagian tengah dial, jam ini memberikan kesan vintage yang khas. Case stainless steel berdiameter 39,5mm memberikan ukuran yang pas di pergelangan tangan, baik untuk gaya formal maupun kasual.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 39,5mm
  • Ketebalan: 11,9mm
  • Mesin: ETA 2894-2 (Automatic)
  • Fitur: Chronograph, sub-dial detik kecil pada posisi 6, power reserve 42 jam

3. Longines Master Collection Chronograph

Longines dikenal dengan koleksi jam tangannya yang mengusung gaya klasik, dan Master Collection Chronograph adalah salah satu pilihan terbaik bagi penggemar desain retro. 

Dengan tampilan yang elegan, dial silver dengan motif barleycorn, serta tiga sub-dial untuk chronograph, jam ini sangat cocok untuk acara formal. Tali kulit berwarna coklat tua memberikan sentuhan klasik yang sempurna.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 40mm
  • Ketebalan: 14mm
  • Mesin: Longines Caliber L651 (Automatic)
  • Fitur: Chronograph, sub-dial detik, tanggal, power reserve 42 jam

Baca Juga: Tren Jam Tangan dengan Dial Enamel di Tahun 2025

4. Breitling Premier B01 Chronograph 42

Breitling Premier B01 Chronograph 42 adalah jam tangan dengan desain klasik dan sentuhan modern yang tetap mempertahankan nuansa retro. Dengan sub-dial chronograph pada posisi 3 dan 9, serta dial berwarna silver yang elegan, jam ini cocok untuk berbagai kesempatan. Tali kulit berwarna coklat semakin mempertegas tampilan klasik yang premium.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 42mm
  • Ketebalan: 13,6mm
  • Mesin: Breitling Caliber B01 (Automatic)
  • Fitur: Chronograph, power reserve 70 jam, tahan air hingga 100 meter

5. Omega Speedmaster ’57

Bagi kolektor jam tangan, Omega Speedmaster ’57 adalah salah satu pilihan terbaik dengan desain yang mengingatkan pada model Speedmaster klasik tahun 1957. 

Dilengkapi dengan dua sub-dial pada posisi 3 dan 9, jam ini mempertahankan desain vintage dengan kualitas modern. Strap kulit atau stainless steel menambah kesan versatile, menjadikannya pilihan yang ideal untuk tampilan formal maupun kasual.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 40,5mm
  • Ketebalan: 12,8mm
  • Mesin: Omega Co-Axial Master Chronometer 9906
  • Fitur: Chronograph, tahan air hingga 50 meter, power reserve 60 jam

6. Blancpain Villeret Chronographe Pulsomètre

Blancpain Villeret Chronographe Pulsomètre adalah pilihan ideal bagi Anda yang menyukai jam tangan klasik dengan sentuhan elegan. Jam ini memiliki sub-dial chronograph pada posisi 3 dan 9, serta fitur pulsometer yang digunakan untuk mengukur detak jantung. 

Dengan desain dial putih bersih dan angka Romawi yang menambah kesan vintage, jam ini sempurna untuk dipakai dalam acara formal maupun kasual.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 40mm
  • Ketebalan: 12,6mm
  • Mesin: Blancpain Caliber F385 (Automatic)
  • Fitur: Chronograph, pulsometer, power reserve 50 jam, tahan air hingga 30 meter

7. Tag Heuer Carrera 160 Years Silver Limited Edition

Sebagai perayaan ulang tahun ke-160, Tag Heuer menghadirkan Carrera 160 Years Silver Limited Edition dengan desain yang menggabungkan elemen klasik dan modern. 

Sub-dial chronograph yang proporsional dengan dial silver memberikan kesan minimalis namun tetap elegan. Dengan strap kulit hitam, jam ini terlihat sempurna untuk gaya formal maupun semi-kasual.

Spesifikasi Singkat:

  • Diameter: 39mm
  • Ketebalan: 14,5mm
  • Mesin: Heuer 02 (Automatic)
  • Fitur: Chronograph, sub-dial detik kecil pada posisi 6, power reserve 80 jam

Baca Juga: Rekomendasi Jam Tangan Klasik Swiss dengan Harga di Bawah 50 Juta

Bagi pecinta gaya klasik, jam tangan sub-dial retro adalah pilihan sempurna untuk melengkapi tampilan formal maupun kasual. Desainnya yang elegan dan detail vintage memberikan kesan berkelas di setiap kesempatan. Selain menjadi aksesori fashion, jam tangan jenis ini juga memiliki nilai koleksi yang tinggi, membuatnya tak hanya sekadar penunjuk waktu, tetapi juga aset berharga. Jika Anda ingin memanfaatkan nilai investasi jam tangan sub-dial retro tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai yang aman, cepat, dan menguntungkan. Dapatkan pinjaman dengan proses mudah dan terpercaya hanya di deGadai!

Open post

Mengenal Berbagai Jenis Sub-Dial dalam Jam Tangan Retro

Jam tangan retro memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor dan pecinta horologi. Salah satu elemen yang sering ditemukan pada jam tangan klasik adalah sub-dial, yaitu dial kecil yang berfungsi sebagai penunjuk waktu tambahan atau fitur lainnya. 

Sub-dial tidak hanya menambah estetika jam, tetapi juga meningkatkan fungsionalitasnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis sub-dial yang umum ditemukan pada jam tangan retro.

1. Sub-Dial Detik (Small Seconds Sub-Dial)

Sub-dial detik adalah salah satu jenis sub-dial paling klasik yang sering ditemukan pada jam tangan retro. Fungsi utama dari sub-dial ini adalah menggantikan jarum detik utama pada dial utama jam.

Ciri khas:

  • Biasanya terletak di posisi 6, 9, atau 3 pada dial utama.
  • Memiliki jarum kecil yang terus bergerak untuk menunjukkan detik secara independen.
  • Umum ditemukan pada jam tangan dengan movement manual atau automatic klasik.

Sub-dial detik sering dijumpai pada dress watch klasik dan jam tangan militer vintage karena memberikan tampilan yang lebih bersih dan elegan dibandingkan dengan jarum detik tengah.

2. Sub-Dial Chronograph (Chronograph Sub-Dial)

Jam tangan chronograph adalah salah satu jenis jam tangan dengan fungsi stopwatch, dan biasanya dilengkapi dengan dua atau tiga sub-dial untuk mengukur waktu yang telah berlalu.

Jenis sub-dial pada chronograph:

  • Sub-dial menit chronograph: Biasanya menghitung menit sejak stopwatch diaktifkan (umumnya 30 atau 60 menit).
  • Sub-dial jam chronograph: Mengukur jam dalam mode stopwatch (biasanya hingga 12 jam).
  • Sub-dial detik chronograph: Menghitung detik secara terpisah dari jarum detik utama.

Chronograph retro, seperti Omega Speedmaster vintage atau Heuer Carrera klasik, biasanya memiliki tata letak dua atau tiga sub-dial untuk memastikan pengukuran waktu lebih akurat dan mudah dibaca.

3. Sub-Dial Indikator Cadangan Daya (Power Reserve Indicator)

Sub-dial ini digunakan untuk menunjukkan sisa daya cadangan pada jam tangan mekanis.

Ciri khas:

  • Menampilkan informasi dalam bentuk skala (misalnya, 0-40 jam atau lebih tergantung cadangan daya jam).
  • Biasanya ditemukan di posisi 6 atau 9 pada dial utama.
  • Berguna bagi pengguna jam tangan manual winding agar tahu kapan harus mengisi ulang daya dengan memutar crown.

Contoh jam tangan retro dengan fitur ini adalah beberapa model dari Seiko Presage Power Reserve atau jam tangan militer lama yang mengutamakan keandalan daya mekanisnya.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Jam Tangan dengan Jarum Snowflake

4. Sub-Dial Dual Time atau GMT

Fitur GMT atau dual time memungkinkan pengguna untuk melihat dua zona waktu sekaligus.

Ciri khas:

  • Memiliki sub-dial tambahan dengan skala 12 atau 24 jam.
  • Jarumnya bisa diatur secara independen untuk menunjukkan zona waktu kedua.
  • Banyak ditemukan pada jam tangan pilot atau traveler klasik seperti Rolex GMT-Master vintage.

Sub-dial ini sangat berguna bagi mereka yang sering bepergian ke berbagai negara dan ingin tetap mengikuti waktu lokal serta waktu asal mereka.

5. Sub-Dial Indikator Fase Bulan (Moon Phase Sub-Dial)

Sub-dial fase bulan adalah fitur yang cukup dekoratif sekaligus fungsional, terutama pada jam tangan dress watch klasik.

Ciri khas:

  • Menampilkan ilustrasi bulan yang bergerak sesuai siklus bulan asli.
  • Biasanya diletakkan di posisi 6 atau 12 pada dial utama.
  • Memberikan nuansa vintage yang klasik dan mewah.

Jam tangan dengan fitur moon phase sering ditemukan pada jam tangan mewah seperti Patek Philippe Moon Phase atau Jaeger-LeCoultre Master Calendar.

6. Sub-Dial Kalender (Date/Day Sub-Dial)

Beberapa jam tangan retro memiliki sub-dial khusus untuk menampilkan tanggal dan hari dalam format analog.

Jenis-jenisnya:

  • Date Sub-Dial: Menunjukkan tanggal dalam skala 1-31.
  • Day Sub-Dial: Menampilkan hari dalam format singkatan (Mon, Tue, Wed, dll.).
  • Month Sub-Dial: Digunakan dalam jam tangan kalender tahunan atau perpetual calendar.

Jam tangan dengan sub-dial ini biasanya ditemukan pada jam tangan triple calendar vintage.

Baca Juga: “Tudor vs Seiko: Duel Jam Tangan dengan Jarum Snowflake”

Bagi para kolektor dan pecinta jam tangan retro, sub-dial bukan sekadar elemen dekoratif, tetapi juga penanda fungsi dan karakter khas dari sebuah arloji klasik. Detail seperti chronograph, moon phase, atau small seconds bukan hanya menambah daya tarik estetika, tetapi juga meningkatkan nilai koleksi dari jam tangan tersebut. Jika Anda memiliki jam tangan retro dengan sub-dial yang unik dan ingin mengoptimalkan nilainya tanpa harus menjualnya, deGadai hadir sebagai solusi gadai eksklusif yang aman dan terpercaya untuk jam tangan mewah Anda. Dapatkan penawaran terbaik dan proses cepat hanya di deGadai!

Open post

Perbedaan Jam Tangan Sub-Dial Retro vs. Chronograph Modern

Dua desain yang sering dibandingkan adalah jam tangan sub-dial retro dan chronograph modern. Keduanya memiliki tampilan yang mirip dengan sub-dial tambahan di permukaannya, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan antara jam tangan sub-dial retro dan chronograph modern.

1. Definisi dan Fungsi

Jam Tangan Sub-Dial Retro

Jam tangan sub-dial retro adalah jam tangan yang menggunakan sub-dial kecil untuk menampilkan informasi tambahan, seperti detik, tanggal, atau indikator cadangan daya. Sub-dial ini sering digunakan pada jam tangan dengan tampilan klasik yang terinspirasi dari desain awal abad ke-20.

Fitur utama jam tangan sub-dial retro meliputi:

  • Sub-dial kecil yang berfungsi sebagai penunjuk detik atau fungsi tambahan seperti tanggal.
  • Desain minimalis dan elegan dengan tampilan klasik.
  • Tidak memiliki fitur stopwatch seperti chronograph.

Jam Tangan Chronograph Modern

Chronograph modern adalah jam tangan yang memiliki fungsi stopwatch dengan mekanisme pengukuran waktu yang lebih kompleks. Chronograph biasanya memiliki dua atau tiga sub-dial yang digunakan untuk mengukur detik, menit, dan jam saat stopwatch diaktifkan.

Fitur utama jam tangan chronograph modern meliputi:

  • Kemampuan stopwatch dengan tombol tambahan untuk memulai, menghentikan, dan mereset waktu.
  • Biasanya memiliki lebih dari satu sub-dial untuk menghitung waktu tambahan.
  • Desain yang lebih sporty dan berorientasi pada performa.

2. Desain dan Estetika

Sub-Dial Retro: Sentuhan Klasik

Jam tangan sub-dial retro biasanya memiliki desain yang lebih bersih dan minimalis. Karena terinspirasi dari desain vintage, jam ini sering kali memiliki casing tipis, dial sederhana, serta warna klasik seperti putih, krem, atau hitam dengan indeks angka Arab atau Romawi.

Sub-dial pada jam tangan retro biasanya terletak di posisi tradisional seperti pukul 6, 9, atau 12. Karena tidak memiliki fitur stopwatch, sub-dial ini sering digunakan untuk menampilkan detik atau kalender kecil.

Baca Juga: Cara Menjaga Nilai Jam Tangan Snowflake agar Tidak Turun

Chronograph Modern: Gaya Sporty dan Fungsional

Sebaliknya, jam tangan chronograph modern cenderung lebih besar dan memiliki desain yang lebih kompleks. Dengan beberapa sub-dial, bezel berukir, serta tombol tambahan di sisi casing, chronograph memberikan kesan lebih sporty dan dinamis.

Chronograph modern sering kali menggunakan warna kontras dan detail lebih tajam untuk memberikan tampilan yang lebih maskulin. Banyak model yang juga dilengkapi dengan tachymeter di bezel untuk mengukur kecepatan berdasarkan waktu tempuh.

3. Komplikasi dan Mekanisme

Mekanisme Sub-Dial Retro

Sebagian besar jam tangan sub-dial retro menggunakan mekanisme manual winding atau automatic movement dengan tambahan sub-dial sebagai elemen estetika. Mesin yang digunakan sering kali lebih sederhana dibandingkan chronograph karena tidak membutuhkan mekanisme stopwatch.

Jam tangan dengan sub-dial retro biasanya lebih hemat energi dan memiliki mekanisme yang lebih tahan lama karena lebih sedikit komponen yang bergerak.

Mekanisme Chronograph Modern

Chronograph modern lebih kompleks karena memiliki fitur stopwatch yang bekerja secara terpisah dari mekanisme utama. Ini membuat mesin jam lebih rumit, dengan beberapa gear tambahan yang mengontrol fungsi kronograf.

Chronograph bisa menggunakan quartz movement untuk keakuratan tinggi atau automatic movement untuk daya tarik mekanis yang lebih tinggi. Mesin chronograph yang terkenal termasuk ETA Valjoux 7750 untuk mekanisme otomatis dan Seiko VK63 untuk mekanisme hybrid mecha-quartz.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Klasik dari Emas Putih

Jam tangan sub-dial retro menghadirkan kesan klasik dengan tampilan elegan, sementara chronograph modern menawarkan fitur lebih canggih untuk gaya hidup dinamis. Apa pun preferensi Anda, keduanya tetap memiliki nilai tinggi sebagai koleksi maupun investasi. Jika Anda ingin memanfaatkan nilai tersebut tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan layanan gadai eksklusif untuk jam tangan mewah dengan proses cepat dan aman. Segera kunjungi deGadai dan maksimalkan nilai jam tangan Anda hari ini!

Open post

Tokoh Terkenal yang Menggunakan Jam Tangan Klasik dari Emas Putih

Di antara berbagai pilihan bahan yang tersedia, emas putih sering kali menjadi favorit para kolektor dan tokoh terkenal karena tampilannya yang elegan dan kesan mewah yang tidak mencolok. 

Beberapa figur publik dunia memilih jam tangan klasik dari emas putih untuk melengkapi gaya mereka, baik dalam acara formal maupun sehari-hari.

Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa tokoh terkenal yang kerap menggunakan jam tangan klasik berbahan emas putih serta merek dan model favorit mereka.

1. Paul Newman – Rolex Daytona 6265 White Gold

Aktor legendaris Paul Newman dikenal sebagai penggemar berat jam tangan Rolex. Meskipun ia lebih sering dikaitkan dengan model Daytona ref. 6239, ada satu model yang sangat langka yang menjadi sorotan, yaitu Rolex Daytona 6265 berbahan emas putih.

Model ini termasuk jam tangan yang sangat langka karena pada saat itu Rolex lebih sering menggunakan emas kuning atau emas merah muda untuk varian emasnya. Daytona 6265 emas putih ini hanya dibuat dalam jumlah sangat terbatas, menjadikannya koleksi eksklusif yang bernilai tinggi di kalangan kolektor.

Newman sering terlihat mengenakan jam tangan ini di berbagai acara, menunjukkan bahwa meskipun ia adalah ikon gaya kasual dan sporty, ia tetap mengapresiasi keindahan jam tangan klasik dari emas putih.

2. Jay-Z – Patek Philippe Nautilus 5740G

Sebagai salah satu musisi dan pengusaha sukses, Jay-Z memiliki koleksi jam tangan yang luar biasa, termasuk model langka dari Patek Philippe. Salah satu yang sering ia kenakan adalah Patek Philippe Nautilus 5740G, jam tangan chronograph perpetual calendar yang dibuat dari emas putih.

Jay-Z dikenal sebagai kolektor jam tangan yang tidak hanya mencari model yang populer tetapi juga edisi terbatas dengan nilai investasi tinggi, Nautilus 5740G adalah salah satu jam tangan sport-luxury paling eksklusif dari Patek Philippe, memadukan desain klasik dengan teknologi canggih.

3. Brad Pitt – Patek Philippe Grand Complications 5270G

Aktor Hollywood Brad Pitt memiliki selera tinggi dalam memilih jam tangan, salah satu favoritnya adalah Patek Philippe Grand Complications 5270G, sebuah jam tangan dari emas putih yang menawarkan fitur perpetual calendar chronograph.

Baca Juga: Bagaimana Menilai Keaslian dan Kelangkaan Jam Tangan Mewah?

Brad Pitt sering mengenakan jam tangan ini dalam berbagai acara penghargaan dan red carpet, mencerminkan gaya klasik dan maskulin. Patek Philippe 5270G bukan hanya indah secara estetika, tetapi juga merupakan salah satu jam tangan paling canggih dalam dunia horologi.

4. Cristiano Ronaldo – Rolex GMT-Master II Ice

Bintang sepak bola Cristiano Ronaldo dikenal memiliki koleksi jam tangan mewah yang spektakuler. Salah satu yang paling mencolok adalah Rolex GMT-Master II Ice, jam tangan yang terbuat dari emas putih dan dihiasi dengan berlian di seluruh bagiannya.

Meskipun model ini lebih flamboyan dibandingkan pilihan jam tangan klasik lainnya, GMT-Master II Ice tetap menunjukkan kemewahan emas putih dalam desain yang khas dari Rolex. Ronaldo sering terlihat mengenakan jam tangan ini dalam berbagai kesempatan, termasuk di acara-acara resmi maupun saat bersantai.

5. Eric Clapton – Patek Philippe 2499 White Gold

Musisi legendaris Eric Clapton adalah kolektor jam tangan sejati, terutama model-model dari Patek Philippe. Salah satu jam tangan paling ikonik dalam koleksinya adalah Patek Philippe 2499 White Gold, yang merupakan salah satu jam tangan paling langka dan bernilai tinggi di dunia.

Patek Philippe 2499 umumnya dibuat dalam emas kuning dan merah muda, tetapi versi emas putihnya hanya diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas. Eric Clapton memiliki salah satu dari sedikit model tersebut, yang kemudian terjual dalam lelang dengan harga yang luar biasa tinggi.

6. Sylvester Stallone – Audemars Piguet Royal Oak Perpetual Calendar White Gold

Aktor laga Sylvester Stallone juga dikenal sebagai kolektor jam tangan kelas atas. Salah satu yang sering ia kenakan adalah Audemars Piguet Royal Oak Perpetual Calendar White Gold, sebuah jam tangan sporty dengan komplikasi canggih.

Royal Oak dikenal karena desainnya yang unik dengan bezel segi delapan dan tali jam dari logam terintegrasi. Versi emas putihnya memberikan sentuhan lebih elegan dibandingkan model stainless steel, menjadikannya pilihan ideal bagi seseorang yang ingin tampil berkelas tetapi tetap tangguh.

Mengapa Emas Putih Menjadi Pilihan?

Banyak tokoh terkenal memilih jam tangan dari emas putih karena beberapa alasan:

Tampilan Elegan & Tidak Mencolok

Berbeda dengan emas kuning yang lebih mencolok, emas putih memberikan kesan mewah yang lebih halus dan modern. Ini cocok bagi mereka yang ingin tampil eksklusif tanpa berlebihan.

Investasi Jangka Panjang

Jam tangan dari emas putih sering kali menjadi investasi bernilai tinggi, terutama jika merupakan edisi terbatas dari merek ternama seperti Patek Philippe, Rolex, atau Audemars Piguet.

Kecocokan dengan Berbagai Gaya

Emas putih dapat dipadukan dengan berbagai outfit, dari pakaian kasual hingga setelan formal, menjadikannya pilihan yang fleksibel bagi banyak selebritas dan kolektor.

Baca Juga: Tips Berburu Jam Tangan Langka untuk Investasi Jangka Panjang

Jam tangan klasik dari emas putih sering menjadi simbol status dan prestise yang dikenakan oleh tokoh-tokoh terkenal, mulai dari pebisnis sukses hingga selebritas papan atas. Keanggunan dan kemewahan material ini tidak hanya mencerminkan selera tinggi, tetapi juga menjadi bentuk investasi bernilai tinggi. Jika Anda memiliki jam tangan klasik dari emas putih dan membutuhkan solusi keuangan yang fleksibel, deGadai menawarkan layanan gadai yang aman dan terpercaya dengan proses cepat. Jangan biarkan jam tangan berharga Anda hanya tersimpan, manfaatkan nilainya dengan gadai di deGadai sekarang!

Open post

Bagaimana Menyimpan Jam Tangan Klasik Emas Putih agar Tidak Menghitam?

Jam tangan klasik berbahan emas putih memiliki daya tarik tersendiri bagi para kolektor dan pecinta horologi, keanggunan dan kemewahan yang ditawarkan oleh jam tangan ini membuatnya menjadi salah satu investasi berharga. 

Namun, salah satu tantangan utama dalam merawat jam tangan emas putih adalah mencegah perubahan warna atau penghitaman akibat oksidasi dan paparan lingkungan. 

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana cara menyimpan jam tangan klasik emas putih agar tetap berkilau dan tidak mengalami perubahan warna.

Mengapa Emas Putih Bisa Menghitam?

Meskipun emas putih merupakan paduan emas dengan logam lain seperti nikel, paladium, atau perak, bahan tersebut masih bisa mengalami reaksi kimia dengan udara dan zat lain yang ada di lingkungan sekitar. Beberapa faktor yang menyebabkan emas putih menghitam meliputi:

  1. Paparan Udara dan Kelembapan – Oksidasi dapat terjadi jika jam tangan terkena udara lembap dalam waktu lama.
  2. Keringat dan Minyak Kulit – Senyawa alami dari tubuh dapat bereaksi dengan logam, menyebabkan perubahan warna.
  3. Paparan Bahan Kimia – Parfum, sabun, atau cairan pembersih rumah tangga dapat merusak lapisan rhodium pada emas putih.
  4. Penyimpanan yang Tidak Tepat – Menyimpan jam tangan dalam tempat terbuka atau tidak terlindungi dapat mempercepat proses penghitaman.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghindari Membeli Jam Tangan Mewah Palsu?

Tips Penyimpanan Jam Tangan Emas Putih agar Tidak Menghitam

Agar jam tangan emas putih tetap terjaga keindahannya, berikut adalah beberapa langkah penyimpanan yang bisa Anda lakukan:

1. Gunakan Kotak Penyimpanan yang Tepat

Menyimpan jam tangan dalam kotak yang didesain khusus akan membantu melindunginya dari paparan udara dan debu, pilihlah kotak penyimpanan dengan bantalan lembut dan berbahan anti-lembap agar tidak mempercepat oksidasi.

2. Gunakan Silica Gel atau Anti-Kelembapan

Kelembapan adalah musuh utama logam mulia, termasuk emas putih, tambahkan silica gel atau paket anti-lembap ke dalam kotak penyimpanan untuk menyerap kelembapan berlebih di udara dan mencegah proses oksidasi.

3. Hindari Menyimpan di Tempat yang Terlalu Panas atau Dingin

Suhu ekstrem dapat mempengaruhi komponen jam tangan, termasuk lapisan rhodium pada emas putih, simpanlah jam tangan di tempat dengan suhu yang stabil, idealnya di dalam ruangan yang memiliki suhu sekitar 20-25 derajat Celcius.

4. Jauhkan dari Paparan Bahan Kimia

Hindari menyimpan jam tangan emas putih di dekat parfum, kosmetik, atau produk pembersih yang mengandung bahan kimia keras, pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum memegang atau menyimpan jam tangan.

5. Gunakan Kain Mikrofiber untuk Membersihkan Secara Rutin

Meskipun tidak digunakan, jam tangan tetap bisa terkena debu atau minyak alami dari udara, bersihkan permukaan jam tangan secara berkala menggunakan kain mikrofiber untuk menghilangkan kotoran yang menempel dan mencegah penghitaman.

6. Lepaskan Jam Saat Tidak Digunakan dalam Waktu Lama

Jika Anda tidak akan mengenakan jam tangan dalam waktu lama, simpanlah dalam keadaan dilepas dan pastikan posisinya tetap terlindungi. Gunakan watch winder jika jam tangan Anda memiliki mekanisme otomatis agar tetap berjalan dengan baik.

7. Lakukan Servis Secara Berkala

Mengunjungi ahli jam tangan untuk servis rutin sangat dianjurkan. Proses ini mencakup pembersihan profesional, penggantian lapisan rhodium jika diperlukan, serta pengecekan kondisi mesin agar tetap berfungsi optimal.

Baca Juga: Bagaimana Membedakan Jam Tangan Mewah Asli dan Palsu?

Merawat jam tangan klasik emas putih agar tetap berkilau memang membutuhkan perhatian khusus, terutama karena logam ini rentan terhadap oksidasi yang bisa menyebabkan perubahan warna. Penyimpanan yang salah, seperti di tempat lembap atau terkena paparan zat kimia, dapat mempercepat proses penghitaman. Jika Anda memiliki jam tangan klasik emas putih dan ingin mengoptimalkan nilainya, mempertimbangkan opsi gadai bisa menjadi solusi praktis. Di deGadai, Anda bisa menggadaikan jam tangan mewah dengan proses yang aman dan transparan, tanpa perlu menjual koleksi berharga Anda. Jangan biarkan jam tangan Anda kehilangan nilai, kunjungi deGadai sekarang dan dapatkan solusi finansial Anda!

Open post

Review Jam Tangan Klasik Emas Putih dari Brand-Brand Ternama

Salah satu kategori jam tangan yang banyak diminati adalah jam tangan klasik dengan material emas putih. Dengan desain elegan dan kemewahan yang timeless, jam tangan emas putih menjadi pilihan utama bagi kolektor maupun pecinta horologi. Berikut ini adalah beberapa jam tangan klasik emas putih dari brand-brand ternama yang patut dipertimbangkan.

1. Patek Philippe Calatrava 5196G

Patek Philippe selalu identik dengan keanggunan dan eksklusivitas. Model Calatrava 5196G hadir dalam casing emas putih 18K dengan desain yang minimalis namun tetap menonjolkan kemewahan. 

Diameter 37 mm membuatnya tampak klasik di pergelangan tangan, ditenagai oleh mesin manual winding Caliber 215 PS, jam tangan ini menawarkan ketahanan dan akurasi tinggi. Dial berwarna putih dengan indeks baton menambah kesan bersih dan elegan.

2. Rolex Day-Date 40 White Gold

Rolex Day-Date 40 adalah simbol kemewahan yang banyak dikenakan oleh para pemimpin dan tokoh berpengaruh. Model ini hadir dalam material emas putih 18K dengan finishing satin dan polished yang menawan. 

Salah satu daya tariknya adalah fitur hari dan tanggal yang ditampilkan penuh di jendela dial. Menggunakan movement Rolex Caliber 3255, jam ini menjamin keakuratan dan ketahanan yang luar biasa. Dilengkapi dengan President bracelet yang khas, Rolex Day-Date 40 benar-benar mencerminkan kelas tersendiri.

3. Audemars Piguet Royal Oak Selfwinding White Gold

Audemars Piguet Royal Oak adalah ikon desain dalam dunia horologi. Dengan casing octagonal dan finishing brushed yang khas, model emas putih ini tampil lebih eksklusif. Dial “Grande Tapisserie” memberikan tampilan yang detail dan mewah. 

Dibekali dengan mesin self-winding Caliber 4302, jam tangan ini memiliki power reserve hingga 70 jam. Kombinasi antara desain sporty dan material emas putih membuatnya cocok untuk berbagai kesempatan, baik formal maupun kasual.

Baca Juga: Tips Ampuh Mencegah Jamur pada Jam Tangan Kulit Kesayangan Anda

4. Vacheron Constantin Patrimony White Gold

Vacheron Constantin adalah salah satu brand tertua dan paling dihormati dalam dunia jam tangan, model Patrimony dengan emas putih menghadirkan kesederhanaan yang anggun. Casing ultra-thin dengan ketebalan hanya 7.65 mm membuatnya nyaman dikenakan. 

Menggunakan movement Caliber 1400 yang dibuat in-house, jam ini menawarkan keakuratan tinggi dengan finishing yang sangat detail. Cocok bagi mereka yang mencari keanggunan klasik tanpa kesan berlebihan.

5. Jaeger-LeCoultre Master Ultra Thin Moon White Gold

Jaeger-LeCoultre menghadirkan Master Ultra Thin Moon sebagai pilihan bagi pecinta jam tangan dress yang sophisticated. Dengan casing emas putih 39 mm, jam ini memiliki dial silver dengan tampilan fase bulan di posisi jam 6. 

Menggunakan movement Caliber 925/1, jam ini memiliki power reserve hingga 70 jam. Kesan klasik diperkuat dengan indeks tipis dan jarum dauphine yang menawan.

6. Cartier Ballon Bleu de Cartier White Gold

Cartier terkenal dengan desainnya yang unik dan khas, salah satunya adalah Ballon Bleu., model ini hadir dalam casing emas putih 18K dengan bentuk bulat yang ikonik, mahkota berlapis safir biru memberikan sentuhan mewah yang elegan. 

Ditenagai oleh movement otomatis in-house, Cartier Ballon Bleu sangat nyaman dikenakan dan memiliki presisi tinggi. Desainnya yang timeless menjadikannya pilihan ideal bagi pria maupun wanita yang ingin tampil elegan.

Baca Juga: Menghilangkan Noda dan Kotoran pada Jam Tangan Otomatis dengan Benar

Selain menjadi aksesori berkelas, jam tangan klasik emas putih juga memiliki nilai investasi yang stabil, menjadikannya pilihan favorit bagi para kolektor dan pecinta horologi. Jika Anda memiliki jam tangan klasik emas putih dan sedang membutuhkan dana cepat tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai yang aman dan transparan dengan proses mudah serta penilaian profesional. Jangan ragu untuk mengamankan nilai aset berharga Anda, kunjungi deGadai sekarang dan dapatkan penawaran terbaik!

Posts navigation

1 2 3 4 5 6 7 8 9 37 38 39
Butuh bantuan gadai?
Scan the code