Open post

Apakah Jam Tangan Mewah Langka Merupakan Investasi yang Menguntungkan?

Jam tangan mewah telah lama dianggap sebagai simbol status, gaya, dan kemewahan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak kolektor dan investor mulai melihat jam tangan mewah langka sebagai instrumen investasi. 

Pertanyaannya, apakah jam tangan mewah yang langka benar-benar bisa menjadi investasi yang menguntungkan? Artikel ini akan membahas potensi keuntungan, faktor-faktor yang memengaruhi nilai, serta risiko yang harus diperhitungkan sebelum berinvestasi dalam jam tangan mewah.

Potensi Keuntungan dari Investasi Jam Tangan Mewah Langka

1. Kenaikan Nilai dari Waktu ke Waktu

Beberapa model jam tangan mewah langka mengalami kenaikan harga yang signifikan seiring waktu. Contohnya adalah Rolex Daytona Paul Newman dan Patek Philippe Nautilus 5711 yang mengalami lonjakan harga dalam dekade terakhir. Kelangkaan dan permintaan tinggi dari kolektor menjadi faktor utama yang menyebabkan harga jam tangan ini meningkat drastis.

2. Permintaan yang Stabil di Pasar Sekunder

Jam tangan mewah dari merek seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet memiliki pasar sekunder yang aktif. Banyak kolektor dan penggemar yang bersedia membayar harga tinggi untuk mendapatkan model langka, terutama yang memiliki kondisi prima dan dokumen lengkap.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Jam Quartz dan Otomatis Sebelum Membeli

3. Daya Tahan terhadap Inflasi

Berbeda dengan aset lain seperti mata uang atau saham yang bisa tergerus inflasi, jam tangan mewah yang langka memiliki kecenderungan mempertahankan nilainya. Dalam beberapa kasus, nilai jam tangan mewah bahkan mengalami apresiasi lebih tinggi dibandingkan aset tradisional lainnya.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Nilai Jam Tangan Mewah

1. Kelangkaan dan Produksi Terbatas

Jam tangan yang diproduksi dalam jumlah terbatas atau memiliki edisi khusus cenderung lebih dicari dan memiliki nilai investasi lebih tinggi. Contohnya, Patek Philippe hanya memproduksi sejumlah kecil jam tangan setiap tahun, yang membuat model tertentu menjadi sangat langka dan bernilai tinggi.

2. Popularitas dan Permintaan di Pasar

Tren dan permintaan dari kolektor dapat mempengaruhi nilai sebuah jam tangan mewah. Jika sebuah model mendapatkan eksposur tinggi dari selebriti atau muncul dalam film terkenal, nilainya bisa melonjak secara signifikan.

3. Kondisi dan Keaslian

Jam tangan dengan kondisi sempurna, masih memiliki box dan sertifikat asli, serta belum mengalami modifikasi, biasanya memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi. Keaslian adalah faktor penting karena pasar jam tangan mewah juga rentan terhadap barang palsu.

4. Sejarah dan Provenance

Jam tangan yang pernah dimiliki oleh tokoh terkenal atau memiliki sejarah unik biasanya memiliki nilai lebih tinggi. Misalnya, Rolex milik aktor Paul Newman terjual lebih dari $17 juta dalam sebuah lelang karena sejarahnya yang unik.

Risiko Investasi Jam Tangan Mewah Langka

1. Fluktuasi Harga

Meskipun banyak jam tangan mewah mengalami kenaikan harga, ada juga model yang nilainya menurun atau stagnan. Faktor ekonomi global dan tren pasar bisa memengaruhi harga jual kembali.

2. Likuiditas Terbatas

Berbeda dengan saham atau emas yang mudah dijual, menjual jam tangan mewah bisa memakan waktu, terutama jika mencari pembeli yang bersedia membayar harga tinggi.

3. Risiko Pemalsuan

Pasar jam tangan mewah sering kali diwarnai dengan barang palsu yang sangat mirip dengan aslinya. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dan hanya membeli dari sumber terpercaya untuk menghindari kerugian besar.

4. Biaya Perawatan

Jam tangan mewah membutuhkan perawatan rutin untuk menjaga performa dan nilai investasinya. Servis resmi bisa memakan biaya tinggi, terutama untuk merek-merek eksklusif.

Baca Juga: Mengapa Pengecekan Nomor Seri Penting Sebelum Menggadaikan Jam Tangan?

Banyak orang menganggap jam tangan mewah langka bukan hanya sekadar aksesori, tetapi juga simbol prestise dan potensi investasi bernilai tinggi. Dengan harga yang cenderung meningkat seiring waktu, tidak heran jika kolektor dan investor mulai melirik jam tangan eksklusif sebagai aset yang bisa menghasilkan keuntungan. Namun, bagaimana jika Anda membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual koleksi berharga tersebut? deGadai menawarkan solusi dengan layanan gadai jam tangan mewah yang aman dan terpercaya, memungkinkan Anda mendapatkan dana tanpa kehilangan aset berharga Anda. Manfaatkan kesempatan ini dan ajukan gadai jam tangan mewah Anda sekarang di deGadai!

Open post

5 Jam Tangan Mewah Paling Sulit Didapat di Dunia

Bagi para kolektor dan penggemar jam tangan mewah, memiliki sebuah arloji langka adalah kebanggaan tersendiri. Beberapa jam tangan dibuat dalam jumlah sangat terbatas, menggunakan material eksklusif, dan bahkan hanya bisa didapatkan melalui undangan khusus. Berikut adalah lima jam tangan mewah paling sulit didapat di dunia.

1. Patek Philippe Grandmaster Chime Ref. 6300A-010

Jam tangan ini menjadi arloji termahal yang pernah dilelang, terjual seharga lebih dari $31 juta di lelang Only Watch 2019. Patek Philippe Grandmaster Chime memiliki dua dial dan 20 komplikasi, termasuk kalender abadi dan minute repeater. 

Lebih istimewa lagi, model ini dibuat hanya dalam satu unit berbahan stainless steel, menjadikannya hampir mustahil dimiliki oleh kolektor biasa.

2. Rolex Daytona Paul Newman Ref. 6239

Rolex Daytona edisi Paul Newman adalah salah satu jam tangan paling dicari di dunia. Model ini terkenal setelah sering terlihat di pergelangan tangan aktor legendaris Paul Newman. 

Rolex hanya memproduksi beberapa ribu unit dengan dial eksklusif ini, sehingga kolektor harus bersaing dalam lelang dengan harga yang bisa mencapai jutaan dolar.

Baca Juga: Cara Membaca Tren Pasar untuk Kolektor Jam Tangan Mewah

3. Audemars Piguet Royal Oak Concept Black Panther

Diluncurkan sebagai edisi terbatas, Royal Oak Concept Black Panther dibuat hanya 250 unit. Dengan desain yang terinspirasi dari karakter Black Panther Marvel, jam tangan ini memiliki casing titanium dan detail ukiran tangan. Permintaan yang sangat tinggi dari kolektor dan penggemar Marvel membuat jam tangan ini cepat habis begitu dirilis.

4. Jaeger-LeCoultre Hybris Mechanica à Grande Sonnerie

Jaeger-LeCoultre Hybris Mechanica à Grande Sonnerie adalah salah satu jam tangan paling kompleks di dunia, dengan lebih dari 1.400 komponen di dalamnya. 

Jam tangan ini memiliki fungsi minute repeater yang dapat memainkan lonceng Westminster, serta berbagai komplikasi lainnya. Diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, jam ini hanya bisa dimiliki oleh kolektor eksklusif.

5. Breguet Marie-Antoinette No. 160

Jam tangan ini memiliki sejarah panjang dan misterius. Awalnya dipesan untuk Ratu Marie-Antoinette pada akhir abad ke-18, jam tangan ini baru selesai dibuat puluhan tahun setelah kematiannya. 

Jam ini dilengkapi dengan berbagai komplikasi canggih dan dibuat dengan material mewah seperti emas dan safir. Saat ini, jam ini disimpan di museum, sehingga hampir mustahil bagi kolektor untuk memilikinya.

Baca Juga: Faktor yang Membuat Jam Tangan Ini Selalu Naik Harga

Memiliki jam tangan mewah yang langka tentu menjadi impian bagi para kolektor, terutama karena eksklusivitas dan nilai investasinya yang terus meningkat. Namun, ketika kebutuhan finansial mendesak, menjualnya bukan satu-satunya pilihan. Di deGadai, Anda bisa menggadaikan jam tangan mewah dengan proses aman dan penilaian profesional, sehingga tetap bisa mempertahankan aset berharga tanpa harus melepasnya. Jangan ragu untuk menghubungi deGadai sekarang dan dapatkan penawaran terbaik untuk jam tangan Anda!

Open post

Mengapa Kolektor Lebih Memilih Jam Tangan Otomatis?

Jam tangan otomatis memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya lebih disukai oleh para kolektor dibandingkan dengan jam tangan quartz. Meskipun jam tangan quartz lebih praktis dan akurat, jam tangan otomatis menawarkan nilai estetika, teknis, dan sejarah yang membuatnya jauh lebih menarik bagi para penggemar sejati. 

Artikel ini akan membahas alasan utama mengapa kolektor lebih memilih jam tangan otomatis dibandingkan dengan jenis lainnya.

1. Keindahan Mekanisme dan Kerajinan Tangan

Salah satu daya tarik utama jam tangan otomatis adalah kompleksitas mesinnya. Berbeda dengan jam quartz yang bekerja dengan baterai dan sirkuit elektronik, jam otomatis digerakkan oleh mekanisme yang terdiri dari ratusan komponen kecil yang bekerja bersama secara presisi. 

Para kolektor mengapresiasi keindahan gerakan roda gigi, keseimbangan, serta rotor yang dapat dilihat melalui case back transparan. Seni pembuatan jam tangan otomatis merupakan perpaduan antara teknik dan keahlian tangan yang telah diwariskan selama berabad-abad.

2. Nilai Sejarah dan Warisan Tradisi

Jam tangan otomatis telah ada sejak abad ke-18 dan terus berkembang dengan berbagai inovasi dari brand-brand ternama seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet. Banyak kolektor tertarik untuk memiliki jam tangan otomatis karena nilai historisnya yang tinggi. 

Setiap merek memiliki cerita unik, mulai dari keterlibatan dalam dunia penerbangan, eksplorasi, hingga inovasi teknologi yang mengubah industri horologi. Memiliki jam tangan otomatis bukan hanya sekadar memiliki alat penunjuk waktu, tetapi juga membawa sejarah dan tradisi dalam genggaman.

3. Eksklusivitas dan Prestige

Kolektor sering kali mencari sesuatu yang unik dan eksklusif, dan jam tangan otomatis menawarkan hal tersebut. Banyak model dibuat dalam jumlah terbatas dan hanya tersedia bagi segelintir orang yang memiliki akses atau dana untuk membelinya. 

Baca Juga: Kenapa Tudor Jadi ‘Wishlist’ Wajib Generasi Z?

Beberapa jam tangan otomatis bahkan dibuat secara khusus dan disesuaikan dengan permintaan pemiliknya, menjadikannya lebih bernilai. Hal ini meningkatkan daya tarik koleksi dan membuatnya lebih prestisius dibandingkan jam tangan quartz yang diproduksi secara massal.

4. Keunggulan dalam Nilai Investasi

Jam tangan otomatis dari merek ternama memiliki potensi untuk meningkat nilainya seiring waktu. Beberapa model edisi terbatas atau jam vintage dari brand seperti Rolex, Omega, atau Patek Philippe dapat mengalami kenaikan harga yang signifikan di pasar sekunder. 

Para kolektor tidak hanya melihat jam tangan otomatis sebagai hobi tetapi juga sebagai bentuk investasi jangka panjang. Hal ini berbeda dengan jam quartz yang cenderung kehilangan nilai setelah digunakan dalam beberapa tahun.

5. Kepuasan dalam Perawatan dan Penggunaan

Menggunakan jam tangan otomatis memberikan pengalaman tersendiri bagi pemiliknya. Berbeda dengan jam quartz yang hanya perlu diganti baterainya setiap beberapa tahun, jam otomatis membutuhkan perawatan rutin seperti servis dan pelumasan mesin untuk menjaga performanya. 

Bagi kolektor sejati, merawat dan menyaksikan bagaimana jam tangan mereka bekerja dengan sempurna adalah kepuasan tersendiri. Beberapa kolektor juga menikmati ritual memutar crown jam tangan manual sebelum menggunakannya, yang memberikan keterikatan emosional lebih kuat terhadap koleksi mereka.

6. Keunikan dan Personalisasi

Jam tangan otomatis sering kali memiliki desain yang lebih beragam dan detail yang lebih unik dibandingkan jam quartz. Mulai dari complication seperti chronograph, moon phase, tourbillon, hingga minute repeater, setiap fitur tambahan dalam jam otomatis memperlihatkan tingginya tingkat keterampilan yang diperlukan dalam pembuatannya. 

Selain itu, beberapa merek menawarkan opsi kustomisasi, mulai dari material case, desain dial, hingga pilihan strap, yang membuat koleksi mereka semakin eksklusif dan personal.

Baca Juga: Tips Menghindari Jam Tangan Palsu untuk Investasi

Bagi para kolektor jam tangan, memilih antara jam otomatis dan quartz sering kali menjadi perbincangan yang menarik. Jam tangan otomatis menawarkan keindahan mekanisme yang kompleks, keunikan setiap gerakan, serta nilai investasi yang cenderung meningkat seiring waktu, menjadikannya pilihan utama bagi para pecinta horologi. 

Namun, ada kalanya kolektor membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual koleksi berharga mereka. Di sinilah deGadai hadir sebagai solusi, memungkinkan Anda menggadaikan jam tangan otomatis mewah dengan proses aman dan transparan. Jangan biarkan koleksi Anda hanya berdiam di kotak penyimpanan, manfaatkan nilainya dengan gadai terpercaya di deGadai sekarang!

Open post

Kenapa Jam Tangan Otomatis Lebih Mahal dari Quartz?

Ketika memilih jam tangan, Anda mungkin memperhatikan bahwa jam tangan otomatis sering kali memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jam tangan quartz. 

Perbedaan ini bukan hanya soal merek atau tampilan, tetapi juga berkaitan dengan mekanisme dan proses pembuatannya. Mari kita bahas alasan utama mengapa jam tangan otomatis lebih mahal dibandingkan dengan jam tangan quartz.

1. Mekanisme yang Lebih Rumit dan Eksklusif

Jam tangan otomatis menggunakan mekanisme yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan jam quartz. Jika jam quartz hanya membutuhkan baterai sebagai sumber daya untuk menggerakkan jarum jam, jam otomatis bergantung pada energi yang dihasilkan dari gerakan pergelangan tangan pemakainya.

Di dalam jam otomatis terdapat banyak komponen kecil seperti roda gigi, pegas, dan rotor yang bekerja secara harmonis untuk menjaga akurasi waktu. 

Proses perakitan dan penyetelan komponen-komponen ini membutuhkan ketelitian tinggi, yang membuat biaya produksinya jauh lebih mahal dibandingkan dengan jam quartz yang lebih sederhana.

2. Dibuat dengan Keahlian Tangan (Handcrafted)

Jam tangan otomatis, terutama yang berasal dari brand mewah, sering kali dirakit secara manual oleh para horologis atau pembuat jam berpengalaman. 

Beberapa merek terkenal seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet mempekerjakan pengrajin jam tangan yang telah dilatih bertahun-tahun untuk merakit dan menyempurnakan setiap bagian jam.

Baca Juga: Jam Tangan Mewah yang Berpotensi Naik Harga dalam 5 Tahun ke Depan

Proses manual ini memastikan bahwa setiap jam tangan otomatis memiliki tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan menjadi karya seni yang unik. Sebaliknya, jam quartz sering kali diproduksi dalam jumlah besar menggunakan mesin, sehingga biaya produksinya lebih rendah.

3. Material Premium yang Digunakan

Jam tangan otomatis umumnya dibuat dengan material berkualitas tinggi seperti stainless steel kelas atas, titanium, emas, atau bahkan platinum. 

Selain itu, bagian mesin di dalamnya sering menggunakan material khusus seperti rubi sintetis yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara roda gigi agar lebih tahan lama.

Bandingkan dengan jam quartz yang sering kali menggunakan material lebih murah seperti plastik atau stainless steel standar, maka tidak heran jika jam otomatis memiliki harga yang jauh lebih tinggi.

4. Daya Tahan Lebih Lama

Salah satu keunggulan utama jam tangan otomatis adalah daya tahannya. Jika dirawat dengan baik, jam tangan otomatis bisa bertahan hingga puluhan tahun atau bahkan diwariskan ke generasi berikutnya. 

Beberapa kolektor jam bahkan memiliki jam tangan otomatis dari awal abad ke-20 yang masih berfungsi dengan baik.

Sementara itu, jam quartz lebih rentan mengalami kerusakan akibat baterai yang bocor atau komponen elektronik yang usang. Jika terjadi kerusakan, jam quartz sering kali lebih murah untuk diganti dibandingkan diperbaiki.

5. Nilai Koleksi dan Prestise

Jam tangan otomatis sering kali dianggap sebagai simbol status dan memiliki nilai koleksi yang tinggi. Banyak kolektor jam yang rela mengeluarkan ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk mendapatkan jam otomatis edisi terbatas atau model klasik dari merek tertentu.

Karena dibuat dengan keahlian tinggi dan diproduksi dalam jumlah terbatas, jam tangan otomatis memiliki nilai yang bisa meningkat seiring waktu. Sebaliknya, jam quartz biasanya mengalami depresiasi nilai yang lebih cepat karena produksi massalnya.

6. Inovasi dan Teknologi Canggih

Beberapa jam tangan otomatis dilengkapi dengan komplikasi tambahan seperti chronograph, moon phase, tourbillon, dan fitur lainnya yang menambah nilai estetika serta teknisnya. 

Teknologi ini membutuhkan pengembangan bertahun-tahun dan penelitian mendalam untuk menghasilkan mekanisme yang presisi.

Jam quartz, meskipun sangat akurat, umumnya tidak memiliki fitur mekanis rumit seperti ini karena hanya mengandalkan sirkuit elektronik yang lebih mudah dan murah untuk diproduksi.

Baca Juga: Berapa Lama Umur Baterai Jam Cartier? Ini Jawabannya

Jam tangan otomatis sering kali lebih mahal dibandingkan dengan quartz, karena mesin mekanisnya dirakit dengan presisi tinggi dan memerlukan keterampilan khusus dalam pembuatannya. Nilai eksklusif ini juga menjadikan jam tangan otomatis sebagai aset berharga yang dapat dijadikan jaminan pinjaman. Jika Anda membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual koleksi berharga Anda, deGadai siap membantu dengan layanan gadai jam tangan mewah yang aman dan terpercaya. Segera konsultasikan dengan tim kami dan dapatkan penawaran terbaik untuk jam tangan Anda!

Open post

Daya Tahan Jam Tangan Quartz vs. Otomatis: Mana yang Lebih Tangguh?

Dalam dunia horologi, terdapat dua jenis mekanisme utama yang banyak digunakan, yaitu quartz dan otomatis. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tetapi jika berbicara soal daya tahan, mana yang lebih tangguh? 

Artikel ini akan membahas perbandingan daya tahan antara jam tangan quartz dan otomatis berdasarkan faktor ketahanan fisik, kebutuhan perawatan, dan ketahanan terhadap lingkungan.

1. Mekanisme dan Konstruksi

Sebelum membahas ketahanan, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara mekanisme quartz dan otomatis.

Jam Quartz

Menggunakan baterai sebagai sumber tenaga dan memiliki sedikit komponen bergerak, getaran dari kristal quartz yang diaktifkan oleh listrik membantu menjaga akurasi waktu. Karena mekanismenya sederhana, jam quartz memiliki lebih sedikit bagian yang dapat mengalami kerusakan.

Jam Otomatis

Ditenagai oleh gerakan tangan pemakainya melalui rotor yang berputar untuk mengisi daya pegas utama, jam ini memiliki banyak komponen mekanis kecil yang bekerja bersama, membuatnya lebih kompleks dibandingkan dengan quartz.

Dari segi konstruksi, jam quartz lebih sederhana dan memiliki lebih sedikit risiko kerusakan dibandingkan dengan jam otomatis yang lebih kompleks.

2. Daya Tahan Fisik

Daya tahan fisik jam tangan bergantung pada desain, bahan pembuatan, serta seberapa baik jam tersebut dirawat oleh pemiliknya.

Jam Quartz Lebih Tahan Guncangan

Karena memiliki lebih sedikit bagian bergerak, jam tangan quartz lebih tahan terhadap guncangan atau benturan. Jika Anda sering melakukan aktivitas outdoor, olahraga, atau bekerja di lingkungan yang keras, jam quartz bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Baca Juga: Tips Membeli Patek Philippe yang Harganya Bisa Naik

Jam Otomatis Lebih Rentan terhadap Benturan

Komponen mekanis yang rumit dalam jam otomatis membuatnya lebih sensitif terhadap guncangan. Jika terkena benturan keras, roda gigi atau pegas utama bisa bergeser, yang dapat menyebabkan ketidakakuratan atau bahkan kerusakan total.

3. Ketahanan Terhadap Air dan Lingkungan

Baik jam quartz maupun otomatis memiliki berbagai tingkat ketahanan air tergantung pada model dan spesifikasi pabrikannya. Namun, ada beberapa perbedaan dalam bagaimana keduanya merespons lingkungan sekitar.

Jam Quartz Lebih Tahan dalam Kondisi Ekstrem

Jam quartz biasanya lebih tahan terhadap perubahan suhu ekstrem, kelembapan tinggi, dan medan magnet karena tidak memiliki banyak komponen mekanis yang dapat mengalami gangguan akibat faktor eksternal.

Jam Otomatis Perlu Perlindungan Ekstra

Jam otomatis lebih rentan terhadap kelembapan dan medan magnet yang kuat. Jika terkena medan magnet, roda gigi dalam jam otomatis dapat terganggu dan menyebabkan ketidakakuratan dalam waktu. 

Oleh karena itu, pemilik jam otomatis perlu lebih berhati-hati dalam penggunaannya, terutama jika sering berada di lingkungan dengan medan magnet tinggi seperti dekat speaker atau alat elektronik besar.

4. Perawatan dan Umur Pakai

Ketahanan jam tangan juga bergantung pada seberapa baik pemiliknya merawat jam tersebut.

Jam Quartz Lebih Mudah Dirawat

Jam tangan quartz hampir tidak memerlukan perawatan rutin selain mengganti baterai setiap 2-5 tahun. Karena memiliki lebih sedikit komponen mekanis, risiko kerusakan akibat aus juga lebih rendah.

Jam Otomatis Membutuhkan Servis Berkala

Jam otomatis membutuhkan perawatan berkala setiap 3-5 tahun untuk memastikan mekanismenya tetap bekerja dengan baik. Jika tidak dirawat, pelumas di dalam komponen mekanis dapat mengering, menyebabkan gesekan berlebih yang dapat merusak bagian dalam jam.

Baca Juga: Prediksi Harga Jam Tangan Mewah Baru 2025, Apakah Akan Melonjak?

Memilih jam tangan yang tahan lama tentu menjadi pertimbangan utama, terutama bagi mereka yang mengandalkan arloji sebagai bagian dari gaya hidup dan investasi. Jam tangan quartz dikenal lebih tahan terhadap guncangan dan membutuhkan perawatan minimal, sementara jam otomatis memiliki keunggulan mekanis yang lebih presisi namun memerlukan servis berkala. Bagi Anda yang memiliki jam tangan mewah, baik quartz maupun otomatis, dan ingin mendapatkan dana cepat tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai yang aman dan terpercaya. Segera kunjungi deGadai untuk mendapatkan penawaran terbaik dan cairkan dana dengan proses mudah!

Open post

Apakah Jam Tangan Quartz Lebih Awet daripada Otomatis?

Di dunia horologi, dua jenis jam yang paling umum adalah jam tangan quartz dan jam tangan otomatis. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan pecinta jam, apakah jam tangan quartz lebih awet daripada otomatis? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami cara kerja dan keunggulan masing-masing jenis jam ini.

Perbedaan Jam Tangan Quartz dan Otomatis

  • Jam Tangan Quartz

Jam tangan quartz bekerja menggunakan baterai sebagai sumber tenaga. Kristal quartz di dalamnya bergetar dengan frekuensi tetap ketika dialiri listrik, menghasilkan pulsa yang menggerakkan jarum jam dengan sangat presisi. Karena tidak memiliki banyak komponen mekanis yang bergerak, jam tangan quartz dikenal lebih simpel dalam perawatan.

  • Jam Tangan Otomatis

Jam tangan otomatis, atau dikenal juga sebagai self-winding watch, tidak menggunakan baterai. Sebagai gantinya, jam ini bergerak berkat pergerakan tangan pemakainya yang menggerakkan rotor di dalam mesin. 

Rotor ini kemudian menyalurkan energi ke pegas utama yang menyimpan tenaga untuk menggerakkan roda gigi dan jarum jam. Karena terdiri dari banyak komponen mekanis yang bergerak, jam otomatis memerlukan perawatan lebih rutin dibandingkan quartz.

Faktor-Faktor yang Menentukan Keawetan Jam

Agar bisa menentukan apakah jam quartz lebih awet daripada jam otomatis, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

1. Durabilitas dan Ketahanan

Secara umum, jam tangan quartz lebih tahan terhadap benturan dibandingkan jam otomatis. Karena memiliki lebih sedikit komponen bergerak, risiko kerusakan akibat guncangan atau jatuh menjadi lebih kecil. 

Sebaliknya, jam tangan otomatis memiliki banyak bagian mekanis yang rumit, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan jika mengalami benturan keras.

2. Umur Pemakaian

Jam tangan quartz umumnya memiliki umur pakai yang lebih panjang dalam hal daya tahan komponen elektroniknya. Namun, baterai pada jam quartz perlu diganti setiap 2–5 tahun, tergantung pada jenis dan mereknya. 

Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Jam Tangan Quartz dan Otomatis

Sementara itu, jam otomatis tidak memerlukan penggantian baterai tetapi harus diservis secara berkala setiap 3–5 tahun agar tetap berfungsi dengan baik.

3. Perawatan dan Servis

Jam tangan quartz membutuhkan sedikit perawatan selain penggantian baterai secara berkala. Selama tidak terkena air atau mengalami kerusakan akibat benturan, jam quartz bisa bertahan hingga puluhan tahun tanpa masalah.

Di sisi lain, jam tangan otomatis memerlukan servis lebih sering karena sistem mekanisnya yang lebih kompleks. Pelumas di dalam mesin harus diganti secara berkala untuk memastikan bagian-bagian mekanis tetap berfungsi dengan baik. Jika diabaikan, jam otomatis bisa mengalami penurunan akurasi atau bahkan berhenti berfungsi.

4. Ketahanan terhadap Air dan Debu

Baik jam tangan quartz maupun otomatis tersedia dalam berbagai tingkat ketahanan air dan debu, tergantung pada merek dan modelnya. 

Namun, secara umum, jam tangan quartz lebih tahan terhadap perubahan lingkungan karena tidak memiliki banyak bagian bergerak yang rentan terhadap debu atau cairan.

Mana yang Lebih Awet?

Jika berbicara tentang keawetan dalam hal durabilitas dan kebutuhan perawatan, jam tangan quartz lebih unggul karena komponennya lebih sederhana dan lebih tahan terhadap benturan. 

Jika pemilik hanya membutuhkan jam tangan yang praktis dan tahan lama tanpa banyak perawatan, maka quartz adalah pilihan terbaik. Namun, jika berbicara tentang umur panjang dan nilai investasi, jam tangan otomatis lebih unggul. 

Dengan perawatan yang baik, jam tangan otomatis bisa bertahan selama beberapa dekade dan bahkan diwariskan ke generasi berikutnya. Banyak kolektor memilih jam tangan otomatis karena nilai sejarah dan prestisenya yang lebih tinggi dibandingkan jam quartz.

Baca Juga: Bisakah Nomor Seri Jam Tangan Dicek Secara Online? Ini Jawabannya

Saat mempertimbangkan apakah jam tangan quartz lebih awet daripada otomatis, faktor seperti perawatan, pemakaian, dan daya tahan mesin menjadi hal yang perlu diperhitungkan. Jika Anda memiliki jam tangan mewah, baik quartz maupun otomatis, yang jarang digunakan dan ingin mendapatkan dana cepat tanpa menjualnya, deGadai menawarkan solusi gadai yang aman dan terpercaya. 

Dengan proses yang mudah dan transparan, Anda bisa mendapatkan pinjaman sesuai nilai jam tangan Anda. Segera kunjungi deGadai dan manfaatkan layanan gadai eksklusif untuk jam tangan mewah Anda!

Open post

Jam Tangan Quartz vs. Otomatis? Simak Perbedaan dan Kelebihannya

Jam tangan mewah tidak hanya sekadar aksesoris, tetapi juga mencerminkan gaya hidup dan status penggunanya. Ketika memilih jam tangan, salah satu pertimbangan utama adalah jenis mesinnya, yaitu quartz atau otomatis

Masing-masing memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda, tergantung pada preferensi dan kebutuhan pengguna. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan, kelebihan, dan mana yang lebih cocok untuk Anda.

1. Apa Itu Jam Tangan Quartz?

Jam tangan quartz adalah jenis jam yang menggunakan baterai sebagai sumber tenaga utama. Baterai ini mengirimkan listrik ke kristal quartz, yang kemudian bergetar dengan frekuensi tetap untuk menjaga ketepatan waktu.

Kelebihan Jam Tangan Quartz:

  1. Ketepatan Waktu Tinggi – Jam quartz lebih akurat dibandingkan jam otomatis, dengan deviasi waktu hanya sekitar ±15 detik per bulan.
  2. Perawatan Mudah – Tidak perlu diputar atau dikenakan setiap hari, hanya perlu mengganti baterai setiap 1-2 tahun.
  3. Harga Lebih Terjangkau – Secara umum, jam quartz lebih murah dibandingkan jam otomatis karena komponen mesinnya lebih sederhana.
  4. Lebih Tipis & Ringan – Karena tidak memerlukan rotor atau komponen mekanis yang rumit, jam quartz lebih nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari.

Kekurangan Jam Tangan Quartz:

  1. Kurang Berkelas bagi Kolektor – Banyak kolektor jam lebih menyukai jam otomatis karena nilai craftsmanship dan keunikan mesinnya.

  2. Baterai Perlu Diganti – Walaupun awet, baterai tetap memiliki umur pakai yang terbatas.

2. Apa Itu Jam Tangan Otomatis?

Jam tangan otomatis menggunakan mekanisme self-winding yang berfungsi dengan memanfaatkan gerakan tangan pemakainya. Di dalamnya terdapat rotor yang berputar seiring pergerakan pergelangan tangan, sehingga mesin jam tetap berjalan tanpa perlu baterai.

Baca Juga: Langkah-Langkah Penting untuk Menjaga Kinerja Jam Tangan Anti Air

Kelebihan Jam Tangan Otomatis:

  1. Tidak Memerlukan Baterai – Selama sering dipakai, jam akan terus berjalan tanpa perlu pergantian daya eksternal.

  2. Nilai Seni & Keindahan Mekanisme – Banyak kolektor menyukai jam otomatis karena keindahan mesin mekanisnya yang rumit dan presisi tinggi.

  3. Memiliki Nilai Jangka Panjang – Jam otomatis dari brand ternama seperti Rolex, Patek Philippe, atau Audemars Piguet sering mengalami kenaikan harga dan dianggap sebagai investasi.

  4. Desain Elegan & Ikonik – Banyak jam tangan mewah dengan desain klasik menggunakan mesin otomatis, menjadikannya pilihan favorit untuk koleksi eksklusif.

Kekurangan Jam Tangan Otomatis:

  1. Ketepatan Waktu Kurang Stabil – Karena bergantung pada mekanisme mekanis, jam otomatis memiliki tingkat deviasi waktu sekitar ±5 hingga ±30 detik per hari, tergantung pada brand dan kualitas mesinnya.

  2. Perawatan Lebih Sulit & Mahal – Mesin jam otomatis perlu servis berkala setiap 3-5 tahun agar tetap presisi dan tidak cepat aus.

  3. Lebih Berat & Tebal – Karena komponen internalnya lebih kompleks, jam otomatis biasanya lebih tebal dan berat dibandingkan jam quartz.

3. Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Memilih antara jam tangan quartz dan otomatis tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup Anda:

  • Jika Anda menginginkan jam tangan praktis, akurat, dan minim perawatan, quartz adalah pilihan terbaik. Cocok bagi Anda yang ingin jam tangan untuk pemakaian harian tanpa ribet.
  • Jika Anda menyukai keindahan mekanisme jam, nilai craftsmanship, dan tidak keberatan dengan perawatan berkala, maka jam otomatis lebih cocok, terutama bagi kolektor atau pecinta jam tangan mewah.
  • Jika Anda mencari investasi jangka panjang, jam otomatis dari brand seperti Rolex, Patek Philippe, atau Audemars Piguet bisa menjadi pilihan karena cenderung mengalami kenaikan nilai.

Baca Juga: Merek Jam Tangan yang Mendominasi Dunia Sepak Bola

Memilih antara jam tangan quartz atau otomatis sering kali menjadi dilema bagi pecinta arloji. Jam quartz dikenal praktis dan akurat, sementara jam otomatis menawarkan keindahan mekanisme serta nilai koleksi yang tinggi. Terlepas dari pilihan Anda, jam tangan mewah tetap memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan, termasuk sebagai aset berharga saat butuh dana cepat. Di deGadai, Anda bisa menggadaikan jam tangan mewah dengan proses aman, cepat, dan tanpa ribet. Butuh dana tanpa harus menjual koleksi kesayangan? Gadaikan jam tangan Anda sekarang di deGadai!

Open post

Kenali Perbedaan Jam Quartz dan Otomatis Sebelum Membeli

Memilih jam tangan mewah bukan hanya soal merek dan desain, tetapi juga mekanisme di dalamnya. Dua jenis mesin yang paling umum digunakan adalah quartz dan otomatis (automatic). 

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga penting untuk memahami perbedaannya sebelum membeli. Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara jam quartz dan otomatis, termasuk cara kerja, akurasi, perawatan, serta keunggulan dan kekurangannya.

1. Cara Kerja Jam Quartz vs Otomatis

Jam Quartz

Jam quartz menggunakan baterai sebagai sumber tenaga. Baterai ini mengirimkan arus listrik ke kristal quartz, yang kemudian bergetar dengan frekuensi tetap (biasanya 32.768 kali per detik). Getaran ini diubah menjadi sinyal elektronik yang menggerakkan jarum jam dengan presisi tinggi.

Ciri khas jam quartz:

  • Menggunakan baterai sebagai sumber tenaga.
  • Jarum detik bergerak meloncat tiap detik (tick-tock).
  • Lebih ringan dan umumnya lebih tipis dibanding jam otomatis.

Jam Otomatis

Jam otomatis menggunakan sistem mekanik tanpa baterai. Energinya berasal dari gerakan pergelangan tangan pemakainya, yang menggerakkan rotor di dalam mesin jam. Rotor ini memutar pegas utama yang menyimpan energi, yang kemudian dilepaskan secara bertahap untuk menggerakkan jarum jam.

Ciri khas jam otomatis:

  • Mengandalkan gerakan tangan atau harus diputar manual jika tidak dipakai dalam waktu lama.
  • Jarum detik bergerak halus dan kontinu (sweeping).
  • Cenderung lebih berat dan tebal karena memiliki lebih banyak komponen mekanik.

2. Akurasi dan Kinerja

Akurasi Jam Quartz

Jam quartz dikenal dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, biasanya hanya meleset sekitar ±10 hingga 20 detik per bulan. Hal ini karena kristal quartz bergetar dengan sangat stabil, membuat jam ini lebih andal dalam menjaga ketepatan waktu.

Akurasi Jam Otomatis

Jam otomatis memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah dibanding quartz. Rata-rata jam otomatis dapat meleset ±5 hingga 30 detik per hari, tergantung dari kualitas mesin dan kalibrasi pabrik. Faktor lingkungan seperti suhu dan gaya gravitasi juga dapat memengaruhi presisi jam otomatis.

Baca Juga: Panduan Membersihkan Noda pada Tali Jam Tangan Kulit

3. Perawatan dan Umur Pakai

Perawatan Jam Quartz

Jam quartz memerlukan perawatan yang sangat minimal. Anda hanya perlu mengganti baterainya setiap 2–5 tahun, tergantung jenis dan kualitasnya. Selain itu, tidak ada banyak komponen yang bisa aus, sehingga daya tahannya lebih lama.

Perawatan Jam Otomatis

Jam otomatis lebih kompleks dan memerlukan servis rutin setiap 3–5 tahun untuk memastikan mekanisme internalnya tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, jika tidak dipakai dalam waktu lama, jam otomatis harus disimpan dalam watch winder atau diputar manual agar tetap berfungsi dengan baik.

4. Keunggulan dan Kekurangan

Keunggulan Jam Quartz

✅ Akurasi lebih tinggi dibanding jam otomatis.
✅ Lebih ringan dan tipis, nyaman dipakai sehari-hari.
✅ Harga lebih terjangkau dibanding jam otomatis.
✅ Perawatan mudah, hanya perlu ganti baterai.

🚫 Kurang memiliki nilai koleksi atau investasi tinggi.
🚫 Jarum detik bergerak loncat, kurang menarik bagi kolektor jam mewah.

Keunggulan Jam Otomatis

✅ Mempunyai nilai seni tinggi karena mekanisme kompleksnya.
✅ Jarum detik bergerak halus, lebih estetis.
✅ Tidak perlu mengganti baterai, lebih ramah lingkungan.
✅ Banyak digunakan pada jam tangan mewah, memiliki nilai investasi lebih tinggi.

🚫 Akurasi lebih rendah dibanding jam quartz.
🚫 Lebih tebal dan berat karena banyaknya komponen mekanik.
🚫 Memerlukan perawatan rutin dan servis berkala.

Baca Juga: 5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Jam Tangan di Pasar Kolektor

Jam quartz dikenal dengan kepraktisannya, sementara jam otomatis menawarkan nilai seni dan presisi mekanis yang dihargai kolektor. Jika Anda sudah memiliki salah satu dari keduanya dan membutuhkan dana cepat, jam tangan mewah Anda bisa dijadikan jaminan di deGadai dengan proses yang aman dan terpercaya. Dapatkan penawaran terbaik dan cairkan dana tanpa perlu menjual koleksi berharga Anda. Ajukan gadai sekarang di deGadai!

Open post

Brand Jam yang Masih Setia dengan Mesin Quartz

Ketika berbicara tentang jam tangan mewah, banyak yang langsung membayangkan jam otomatis atau mekanis dengan gerakan yang rumit. Namun, tidak semua brand mengabaikan mesin quartz. 

Beberapa merek justru tetap setia dengan teknologi quartz karena keunggulannya dalam akurasi dan efisiensi, artikel ini akan membahas beberapa brand jam tangan yang masih mempertahankan mesin quartz dalam koleksi mereka.

Mengapa Mesin Quartz Masih Dipilih?

Quartz pertama kali diperkenalkan oleh Seiko pada tahun 1969 melalui model Astron. Mesin ini lebih akurat dibandingkan jam mekanis karena menggunakan osilator kristal quartz yang digerakkan oleh listrik dari baterai. 

Baca Juga: Mengapa Sertifikat Autentikasi Penting bagi Kolektor Jam Tangan?

Teknologi ini memungkinkan jam tangan untuk tetap presisi dengan deviasi waktu yang sangat kecil, bahkan hanya beberapa detik per bulan, meski banyak pecinta horologi lebih menyukai jam mekanis karena kompleksitasnya, mesin quartz tetap memiliki keunggulan, antara lain:

  • Akurasi tinggi – Mesin quartz jauh lebih akurat daripada mesin mekanis.
  • Perawatan mudah – Tidak memerlukan servis rutin seperti jam mekanis.
  • Harga lebih terjangkau – Umumnya lebih murah dibandingkan versi mekanis.
  • Daya tahan baterai lama – Beberapa model dapat bertahan hingga 10 tahun tanpa perlu mengganti baterai.

Brand yang Masih Setia dengan Mesin Quartz

1. Seiko

Seiko adalah pionir dalam teknologi quartz dan hingga kini masih memproduksi banyak model dengan mesin ini. Seiko bahkan mengembangkan Spring Drive, sebuah teknologi hybrid antara mekanis dan quartz. 

Beberapa model quartz populer dari Seiko antara lain Seiko Astron, Seiko Prospex, dan Grand Seiko Quartz yang menawarkan tingkat presisi sangat tinggi.

2. TAG Heuer

Meskipun lebih dikenal dengan jam mekanisnya, TAG Heuer tetap mempertahankan beberapa model quartz dalam koleksi mereka, terutama di seri Formula 1 dan Aquaracer

Jam tangan quartz dari TAG Heuer menawarkan kombinasi antara keakuratan tinggi dan desain sporty yang cocok untuk pecinta kecepatan.

3. Breitling

Breitling memiliki lini quartz yang cukup eksklusif, seperti seri Breitling Professional yang mencakup model seperti Emergency dan Aerospace. Model-model ini dirancang untuk para profesional dengan fitur seperti alarm, countdown timer, dan bahkan pemancar darurat.

4. Longines

Longines juga masih memproduksi beberapa model quartz, terutama dalam seri Conquest dan HydroConquest. Mesin quartz dari Longines dikenal memiliki teknologi VHP (Very High Precision) yang dapat menjaga akurasi hingga ±5 detik per tahun, jauh lebih presisi dibandingkan jam quartz biasa.

5. Omega

Omega memang lebih dikenal dengan jam mekanisnya, terutama dalam seri Speedmaster dan Seamaster. Namun, Omega masih menawarkan jam quartz di beberapa model Seamaster Diver 300M Quartz yang memberikan keakuratan tinggi dengan desain klasik dan sporty.

Apakah Quartz Masih Layak Dibeli?

Banyak orang yang berpikir bahwa jam quartz kurang bernilai dibandingkan jam mekanis, terutama dalam dunia koleksi jam tangan. Namun, bagi mereka yang mencari jam tangan dengan keakuratan tinggi, kepraktisan, dan harga lebih terjangkau, quartz masih menjadi pilihan yang sangat baik.

Jam tangan quartz sangat ideal untuk penggunaan sehari-hari karena tidak perlu sering diservis, memiliki daya tahan baterai yang lama, dan tetap memberikan tampilan elegan yang tidak kalah dari jam mekanis. Bahkan, beberapa brand seperti Grand Seiko dan Longines menawarkan jam quartz premium dengan presisi luar biasa.

Baca Juga: Cara Membaca Tren Pasar untuk Kolektor Jam Tangan Mewah

Di era ketika banyak brand beralih ke mesin otomatis, beberapa merek jam tangan tetap setia mempertahankan teknologi quartz karena keakuratannya yang luar biasa dan perawatannya yang lebih praktis. Jam-jam ini tetap memiliki nilai tinggi di pasar, terutama dari brand ternama yang menjaga kualitas dan desainnya. Jika Anda memiliki jam tangan quartz mewah dan membutuhkan dana cepat tanpa harus menjualnya, deGadai menawarkan solusi aman dan menguntungkan dengan proses gadai yang transparan dan bunga 0% untuk pinjaman hingga 100 juta dengan tenor 30 hari. Jangan ragu untuk mengamankan kebutuhan finansial Anda tanpa kehilangan koleksi berharga, gadaikan jam tangan Anda sekarang di deGadai!

Open post

Kelebihan dan Kekurangan Jam Tangan Quartz dan Otomatis: Pilih yang Mana?

Ketika memilih jam tangan, salah satu pertimbangan utama adalah jenis mesinnya. Secara umum, ada dua jenis mekanisme utama yang paling populer: quartz dan otomatis (automatic). 

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna. Jadi, mana yang lebih baik untuk Anda? Mari kita bahas kelebihan dan kekurangan masing-masing!

Jam Tangan Quartz: Presisi dengan Teknologi Baterai

Jam tangan quartz bekerja dengan menggunakan baterai yang menggerakkan kristal quartz untuk menghasilkan getaran stabil, yang kemudian diterjemahkan menjadi pergerakan jarum jam.

Kelebihan Jam Tangan Quartz

  1. Presisi Tinggi
    Jam tangan quartz memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi dibandingkan jam otomatis. Penyimpangan waktu biasanya hanya dalam hitungan beberapa detik per bulan.

  2. Harga Lebih Terjangkau
    Kebanyakan jam tangan quartz lebih terjangkau dibandingkan jam otomatis. Ini karena sistem mekanismenya lebih sederhana dan lebih mudah diproduksi secara massal.

  3. Perawatan Mudah
    Karena menggunakan baterai, perawatan jam tangan quartz cukup sederhana. Anda hanya perlu mengganti baterai setiap 1-3 tahun, tergantung pada model dan penggunaan.

  4. Lebih Tahan Benturan
    Karena komponennya lebih sedikit dan lebih sederhana dibandingkan jam otomatis, jam tangan quartz lebih tahan terhadap guncangan dan benturan.

  5. Lebih Tipis dan Ringan
    Mekanisme quartz memungkinkan desain jam yang lebih ramping dan ringan dibandingkan jam otomatis. Ini membuatnya nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Daftar Jam Tangan dengan Kenaikan Harga Tercepat di Pasaran

Kekurangan Jam Tangan Quartz

  1. Kurang Eksklusif
    Bagi para kolektor jam tangan mewah, mekanisme quartz sering dianggap kurang bernilai dibandingkan mekanisme otomatis.

  2. Memerlukan Penggantian Baterai
    Meskipun perawatannya sederhana, jam tangan quartz tetap memerlukan penggantian baterai secara berkala, yang bisa merepotkan bagi sebagian orang.

  3. Kurang Menarik dari Sisi Teknis
    Penggemar jam tangan mekanik sering lebih menyukai kompleksitas dan keindahan mesin otomatis dibandingkan dengan kepraktisan quartz.

Jam Tangan Otomatis: Mekanisme Klasik yang Elegan

Jam tangan otomatis atau mechanical automatic bekerja tanpa baterai. Mesin ini menggunakan rotor yang berputar ketika jam tangan dikenakan, mengisi daya pegas utama untuk menjalankan mekanisme jam.

Kelebihan Jam Tangan Otomatis

  1. Memiliki Nilai Koleksi yang Tinggi
    Karena dibuat dengan sistem mekanik yang kompleks, jam tangan otomatis sering dianggap lebih eksklusif dan bernilai tinggi, terutama dari brand ternama seperti Rolex, Patek Philippe, dan Audemars Piguet.

  2. Tidak Memerlukan Baterai
    Anda tidak perlu mengganti baterai karena jam ini bergerak dengan energi kinetik dari pergelangan tangan pemakainya.

  3. Desain yang Lebih Mewah dan Berkelas
    Banyak jam tangan otomatis dibuat dengan desain yang elegan dan detail mekanik yang menarik. Beberapa model bahkan memiliki case belakang transparan untuk memperlihatkan pergerakan mesin.

  4. Memiliki Nilai Investasi
    Banyak jam tangan otomatis mengalami kenaikan harga seiring waktu, terutama model terbatas atau dari merek-merek prestisius.

  5. Sensasi Tradisional yang Unik
    Bagi para pecinta jam tangan, melihat dan merasakan pergerakan mekanisme jam otomatis memberikan pengalaman yang lebih menarik dibandingkan jam quartz.

Kekurangan Jam Tangan Otomatis

  1. Kurang Akurat Dibanding Quartz
    Jam tangan otomatis biasanya memiliki penyimpangan waktu sekitar beberapa detik per hari, yang lebih besar dibandingkan quartz yang hanya meleset beberapa detik per bulan.

  2. Harga Lebih Mahal
    Proses manufaktur yang lebih kompleks membuat harga jam tangan otomatis lebih tinggi dibandingkan jam tangan quartz.

  3. Memerlukan Perawatan Rutin
    Jam tangan otomatis perlu diservis setiap beberapa tahun sekali untuk memastikan kinerja tetap optimal. Servis ini bisa cukup mahal tergantung pada brand dan kompleksitas mesin.

  4. Lebih Rentan terhadap Benturan
    Karena terdiri dari banyak komponen kecil yang bergerak, jam otomatis lebih sensitif terhadap benturan dan guncangan dibandingkan jam quartz.

  5. Perlu Dipakai atau Disimpan dalam Watch Winder
    Jika tidak dipakai dalam beberapa hari, jam otomatis bisa berhenti dan harus disetel ulang. Beberapa orang menggunakan watch winder untuk menjaga jam tetap berjalan saat tidak dipakai.

Baca Juga: Faktor yang Membuat Jam Tangan Ini Selalu Naik Harga

Memilih jam tangan yang tepat, baik quartz maupun otomatis, bukan hanya soal gaya, tetapi juga mempertimbangkan kepraktisan dan nilai investasi. Jam tangan quartz unggul dalam akurasi dan perawatan yang mudah, sementara jam otomatis menawarkan keindahan mekanisme dan prestige bagi kolektornya. Jika Anda memiliki jam tangan mewah, baik quartz maupun otomatis, yang ingin dijadikan solusi keuangan cepat tanpa harus dijual, deGadai siap membantu dengan layanan gadai aman dan terpercaya. Dapatkan pinjaman dengan proses mudah dan bunga 0% untuk tenor tertentu. Hubungi deGadai sekarang dan cairkan dana dari jam tangan mewah Anda dengan nyaman!

Posts navigation

1 2 3 10 11 12 13 14 15 16 37 38 39
Butuh bantuan gadai?
Scan the code