Jam tangan dengan strap kulit memang memberikan kesan klasik dan elegan, tetapi perawatannya tidak semudah yang dibayangkan, salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemilik jam tangan kulit adalah munculnya jamur pada strap.
Jika tidak dirawat dengan baik, jamur ini bisa menyebabkan strap cepat rusak, berbau tidak sedap, dan bahkan menimbulkan iritasi kulit.
Lalu, apa saja kesalahan yang sering dilakukan dalam menyimpan jam tangan kulit yang membuatnya rentan berjamur? Simak ulasan berikut agar koleksi jam tangan Anda tetap awet dan terjaga keindahannya.
1. Menyimpan di Tempat yang Lembap
Kesalahan pertama yang paling sering dilakukan adalah menyimpan jam tangan kulit di tempat yang terlalu lembap. Strap kulit memiliki sifat menyerap kelembapan dari udara, sehingga jika disimpan di area yang kurang ventilasi atau memiliki kelembapan tinggi, jamur akan mudah tumbuh.
Solusi:
- Simpan jam tangan di tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Gunakan silica gel atau penyerap kelembapan di dalam kotak penyimpanan untuk mengurangi kelembapan udara.
2. Tidak Mengeringkan Jam Setelah Dipakai
Banyak orang yang tidak sadar bahwa keringat dari tangan dapat membuat strap kulit lembap dan mempercepat pertumbuhan jamur. Saat dipakai sehari-hari, jam tangan sering terkena keringat atau cipratan air, tetapi tidak langsung dikeringkan sebelum disimpan.
Solusi:
- Setelah menggunakan jam tangan, lap strap dengan kain microfiber kering untuk menghilangkan keringat atau air.
- Jika strap terasa terlalu lembap, angin-anginkan sebentar di ruangan yang kering sebelum disimpan.
3. Menyimpan di Dalam Kotak yang Tertutup Rapat Terlalu Lama
Meskipun kotak jam tangan berguna untuk melindungi jam dari debu dan kotoran, menyimpannya dalam kotak tertutup rapat dalam waktu lama tanpa sirkulasi udara juga dapat memicu pertumbuhan jamur.
Solusi:
- Jika tidak akan digunakan dalam waktu lama, keluarkan jam tangan dari kotaknya sesekali dan biarkan terkena udara segar.
- Hindari menyimpan jam di tempat yang tidak memiliki ventilasi sama sekali.
Baca Juga: Top 5 Jam Tangan Mewah dengan Permintaan Tertinggi di Pasar
4. Tidak Membersihkan Strap Secara Rutin
Jam tangan kulit sering kali digunakan dalam berbagai aktivitas, sehingga kotoran, debu, dan minyak alami dari kulit dapat menumpuk di strap.
Jika tidak dibersihkan secara rutin, kotoran ini bisa menjadi tempat berkembangnya jamur.
Solusi:
- Bersihkan strap kulit setidaknya seminggu sekali dengan kain lembut yang sedikit dibasahi dengan air bersih.
- Hindari penggunaan sabun atau bahan kimia yang keras, karena dapat merusak lapisan kulit.
- Gunakan pembersih khusus kulit jika diperlukan, lalu keringkan dengan baik sebelum disimpan.
5. Menyimpan Jam dalam Keadaan Basah atau Lembap
Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah langsung menyimpan jam tangan dalam keadaan basah atau lembap. Entah itu karena kehujanan, terkena cipratan air, atau setelah dibersihkan, menyimpan jam yang belum benar-benar kering akan meningkatkan risiko tumbuhnya jamur.
Solusi:
- Jika jam terkena air, segera keringkan dengan kain lembut dan angin-anginkan di tempat yang kering sebelum disimpan.
- Jangan mengeringkan strap kulit di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan hair dryer, karena bisa membuat kulit menjadi kaku dan pecah-pecah.
6. Tidak Menggunakan Jam dalam Waktu Lama
Jam tangan kulit yang jarang dipakai justru lebih rentan terhadap jamur, terutama jika disimpan di tempat yang kurang sirkulasi udara.
Jam yang sering digunakan biasanya terkena udara segar, sehingga lebih kecil kemungkinan jamur tumbuh dibandingkan jam yang disimpan terlalu lama.
Solusi:
- Gunakan jam tangan secara berkala meskipun tidak setiap hari.
- Jika memiliki banyak koleksi, rotasi pemakaian jam tangan agar semua tetap terjaga dengan baik.
7. Tidak Menggunakan Pelindung Kulit
Strap kulit memiliki sifat alami yang bisa menyerap minyak dan kotoran dari tangan. Jika tidak dilindungi dengan baik, strap bisa menjadi lebih rentan terhadap jamur dan kerusakan lainnya.
Solusi:
- Gunakan leather conditioner khusus jam tangan untuk menjaga kelembutan dan elastisitas kulit.
- Oleskan dengan tipis dan merata agar tidak meninggalkan residu berlebihan.
Baca Juga: “Daya Tahan Jam Tangan Quartz vs. Otomatis: Mana yang Lebih Tangguh?”
Punya jam tangan kulit favorit tapi tiba-tiba berjamur? Rasanya sayang sekali kalau aksesori kesayangan malah rusak karena cara penyimpanan yang kurang tepat. Jam tangan berbahan kulit memang membutuhkan perawatan khusus agar tetap awet dan bebas jamur. Jika jam tangan Anda mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau tak lagi sering dipakai, menggadaikannya bisa menjadi solusi cerdas daripada dibiarkan begitu saja. Di deGadai, Anda bisa mendapatkan pinjaman cepat dengan proses mudah dan aman untuk jam tangan mewah Anda. Jangan tunggu sampai jam tangan Anda tak lagi bernilai, segera kunjungi deGadai dan dapatkan pinjaman dengan penawaran terbaik!