Kenapa Disebut Jarum Snowflake? Asal-usul Nama dan Filosofinya

Dalam dunia horologi, desain jarum jam memiliki beragam bentuk dan karakteristik yang unik. Salah satu desain yang menarik perhatian para kolektor dan pecinta jam tangan adalah jarum Snowflake

Jarum ini pertama kali diperkenalkan oleh Tudor, sub-brand dari Rolex, dan menjadi ciri khas pada beberapa model diver’s watch mereka. Namun, mengapa disebut Snowflake? Bagaimana asal-usulnya dan apa filosofi di balik desain ini?

Asal-usul Nama “Jarum Snowflake”

Istilah Snowflake pertama kali dikaitkan dengan jam tangan Tudor Submariner pada akhir 1960-an hingga 1980-an. Model Tudor yang memiliki jarum Snowflake sangat identik dengan referensi 7016, 7021, 9401, dan 9411, yang diperkenalkan kepada militer Prancis (Marine Nationale).

Nama “Snowflake” sendiri berasal dari bentuk khas pada jarum jam dan menit. Jarum jam memiliki bentuk segi empat dengan ujung meruncing, menyerupai kepingan salju (snowflake), sementara jarum menitnya memiliki bentuk serupa dengan tampilan yang lebih panjang dan ramping. Desain ini sangat berbeda dari jarum Mercedes yang biasanya digunakan pada jam tangan Rolex Submariner.

Istilah “Snowflake” sebenarnya bukanlah nama resmi yang diberikan oleh Tudor, sebutan ini muncul dari para kolektor dan komunitas horologi karena desain jarumnya yang menyerupai pola salju. Lama-kelamaan, nama ini melekat dan menjadi istilah umum dalam dunia jam tangan.

Filosofi di Balik Desain Jarum Snowflake

1. Visibilitas yang Lebih Baik di Dalam Air

Sebagai bagian dari Tudor Submariner yang diperuntukkan bagi penyelam profesional, jarum Snowflake didesain dengan indikasi waktu yang lebih jelas di dalam air. 

Bentuk segi empatnya yang lebih besar memungkinkan pembacaan yang lebih mudah dalam kondisi pencahayaan rendah, terutama saat berada di kedalaman laut.

Selain itu, desain ini juga meningkatkan ruang untuk lume (luminescent material), yang memberikan efek cahaya lebih terang dibandingkan dengan desain jarum jam lainnya. Ini sangat berguna bagi penyelam yang sering bekerja dalam kondisi minim cahaya atau di perairan dalam.

Baca Juga: Kenapa Tudor Jadi ‘Wishlist’ Wajib Generasi Z?

2. Diferensiasi dari Rolex Submariner

Tudor selalu memiliki hubungan erat dengan Rolex karena berada di bawah perusahaan yang sama. Untuk membedakan model Tudor Submariner dari Rolex Submariner, mereka memilih desain jarum yang unik. 

Jarum Snowflake menjadi ciri khas yang membedakan Tudor dengan Rolex, sehingga para kolektor dapat mengenali model Tudor hanya dengan melihat bentuk jarumnya.

3. Estetika yang Ikonik dan Modern

Meskipun awalnya hanya digunakan pada model diver’s watch militer, desain Snowflake menjadi ikon dalam dunia jam tangan. Setelah bertahun-tahun vakum, Tudor kembali menghadirkan desain ini dalam model-model modern mereka seperti Tudor Black Bay

Desain ini tidak hanya memberikan kesan vintage, tetapi juga tetap relevan di era jam tangan modern. Banyak kolektor yang menganggap jarum Snowflake sebagai salah satu desain paling khas dan berkarakter dalam dunia horologi. Bahkan, jam tangan dengan desain ini sering diburu oleh kolektor karena nilai sejarah dan keunikan bentuknya.

Baca Juga: Bagaimana Proses Seleksi Material di Audemars Piguet?

Bagi para pecinta jam tangan, detail kecil seperti bentuk jarum bisa menjadi ciri khas yang unik dan ikonik. Salah satunya adalah jarum snowflake, desain khas yang pertama kali diperkenalkan oleh Tudor pada tahun 1969 dan terinspirasi dari bentuk kepingan salju. Keunikan ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menambah nilai koleksi bagi para pemiliknya. Jika Anda memiliki jam tangan mewah dengan desain khas seperti ini dan membutuhkan dana cepat, deGadai siap membantu dengan layanan gadai yang aman dan terpercaya. Jangan biarkan koleksi berharga Anda hanya menjadi pajangan, jadikan aset yang bisa dimanfaatkan dengan gadai fleksibel di deGadai!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan gadai?
Scan the code