Mitos dan Fakta tentang Jam Tangan Quartz dan Otomatis

Pernahkah Anda bingung memilih antara jam tangan quartz dan otomatis? Masyarakat sering terjebak mitos yang membuat keputusan membeli jadi rumit. Ada yang bilang jam otomatis lebih “berkelas”, sementara quartz dianggap “biasa saja”. Tapi benarkah demikian? Mari kita kupas tuntas mitos dan fakta yang jarang diungkap tentang dua jenis jam ini. 

Mitos yang Beredar vs Fakta Mengejutkan

1. Mitos: “Jam Otomatis Lebih Akurat karena Harganya Mahal”

Fakta:

Ini salah besar! Justru jam quartz adalah juara akurasi. Berkat teknologi kristal kuarsa yang digerakkan baterai, akurasinya hanya meleset ±15 detik per bulan. Sementara jam otomatis, meski harganya bisa setara motor, akurasinya sekitar ±10–30 detik per hari

Contohnya, Rolex Superlative Chronometer (otomatis) akurat hingga ±2 detik/hari, tapi harga bisa mencapai ratusan juta. 

Mengapa Bisa Begitu?

Jam otomatis bergantung pada pegas (mainspring) dan gerakan tangan pengguna. Gaya gravitasi, suhu, atau bahkan posisi jam bisa memengaruhi kinerjanya. Sementara quartz bekerja seperti “robot” yang konsisten.

2. Mitos: “Jam Quartz Tidak Layak Jadi Koleksi”

Fakta:

Tahukah Anda bahwa Grand Seiko 9F Quartz bisa mencapai harga Rp50 juta dan menjadi buruan kolektor? Atau jam Breitling Aerospace dengan quartz super-presisi seharga Rp100 juta? Quartz tidak melulu murah! Beberapa model quartz bahkan lebih langka dan bernilai investasi ketimbang otomatis biasa.

Contoh Fenomena:

Jam Omega Speedmaster X-33 (quartz) yang dirancang untuk NASA pernah terjual Rp500 juta di lelang karena kelangkaannya. Jadi, quartz pun bisa jadi “harta karun”!

Baca Juga: Mengapa Pengecekan Nomor Seri Penting Sebelum Menggadaikan Jam Tangan?

3. Mitos: “Jam Otomatis Lebih Tahan Lama”

Fakta:

Justru sebaliknya! Jam quartz punya desain simpel dengan sedikit komponen bergerak, sehingga lebih tahan guncangan dan medan magnet. Contoh: Casio G-Shock (quartz) terkenal sebagai jam “tahan banting” untuk aktivitas ekstrem. Sementara jam otomatis, meski dibanderol mahal, rentan rusak jika terjatuh atau terpapar magnet kuat (misalnya dari ponsel atau speaker).

Tapi Ada Pengecualian:

Jam otomatis seperti Rolex Oyster Perpetual dirancang khusus dengan teknologi anti-magnet dan tahan air hingga 100 meter. Namun, harganya tentu tidak main-main!

4. Mitos: “Jam Otomatis Lebih Ramah Lingkungan”

Fakta:

Banyak yang mengira otomatis lebih eco-friendly karena tidak pakai baterai. Nyatanya, produksi jam otomatis membutuhkan energi besar untuk membuat ratusan komponen logam. Belum lagi servis rutin yang menggunakan oli dan bahan kimia. Sementara baterai quartz memang mengandung lithium, tetapi masa pakainya bisa 10 tahun.

Solusi Bijak:

Pilih jam quartz dengan baterai isi ulang atau tenaga surya untuk mengurangi limbah!

5. Mitos: “Jam Otomatis Hanya untuk Pria”

Fakta:

Siapa bilang? Cartier Tank atau Omega Constellation versi otomatis banyak dipakai wanita karir karena desainnya yang elegan. Di sisi lain, jam quartz seperti Tissot PRX (quartz) justru digemari pria muda yang suka gaya kasual.

Fakta yang Bikin Anda Tercengang

1. Jam Otomatis Bisa Jadi “Beban”

Jam otomatis harus dipakai minimal 8 jam sehari agar tetap berjalan. Jika tidak, Anda perlu watch winder (Rp2–20 juta) untuk menyimpannya. Bayangkan, Anda harus “menghidupkan” jam seperti menyiram tanaman!

2. Quartz Bisa Lebih “Cerdas” dari Smartwatch

Jam Seiko Astron GPS Solar (quartz) bisa mengatur zona waktu secara otomatis berdasarkan sinar matahari dan GPS. Bahkan smartwatch pun kalah canggih!

3. Jam Otomatis Termahal di Dunia Bernilai Rp4,3 Triliun

Patek Philippe Grandmaster Chime (otomatis) terjual Rp4,3 triliun di lelang. Bandingkan dengan jam quartz termahal (Jaeger-LeCoultre Atmos Clock) yang “hanya” Rp15 miliar.

Pilihan Terbaik untuk Anda

Quartz:

  • Jika Anda:
    • Suka traveling dan butuh akurasi sempurna.
    • Ingin jam low-maintenance untuk aktivitas harian.
    • Budget terbatas tapi ingin tampil stylish.

Otomatis:

  • Jika Anda:
    • Terpukau dengan seni mesin rumit.
    • Ingin investasi jangka panjang atau warisan keluarga.
    • Siap merogoh kocek untuk servis rutin.

Baca Juga: Cara Membersihkan dan Merawat Jam Tangan Mewah dengan Material Titanium

Banyak orang percaya bahwa jam tangan otomatis selalu lebih mahal dan bernilai investasi dibandingkan quartz, tetapi apakah benar demikian? Di dunia horologi, ada banyak mitos dan fakta yang sering membingungkan pecinta jam tangan, mulai dari daya tahan, akurasi, hingga perawatannya.

Tak jarang, pemilik jam tangan mewah menghadapi dilema saat ingin mendapatkan dana cepat tanpa harus menjual koleksi kesayangannya. Di deGadai, Anda bisa menggadaikan jam tangan mewah, baik quartz maupun otomatis, dengan proses aman, transparan, dan bunga 0% untuk tenor 30 hari. Jangan biarkan mitos menahan langkah Anda, kunjungi deGadai sekarang dan manfaatkan nilai terbaik dari jam tangan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan gadai?
Scan the code